PSS Sleman

Deltras FC Ditekuk PSS Sleman 3-1, Widodo Sebut Ujian Mental

Pelatih Deltras, Widodo Cahyono Putra, menilai laga tersebut lebih banyak ditentukan oleh kekuatan mental para pemain di lapangan.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Almurfi Syofyan
PROTES: Pemain Deltras FC saat melayangkan protes pada wasit saat melawan PSS Sleman di Stdion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (14/2/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Kalah dari PSS SlemanPelatih Deltras, Widodo Cahyono Putra, menilai laga tersebut lebih banyak ditentukan oleh kekuatan mental para pemain di lapangan.
  • Tekanan konsisten dari PSS Sleman, ditambah dukungan penuh suporter tuan rumah, membuat tim tamu kesulitan menjaga stabilitas permainan hingga akhir laga.
  • Kekalahan dari PSS Sleman jadi catatan evaluasi bagi Deltras, terutama dalam menjaga konsistensi mental dan fisik sepanjang 90 menit pertandingan.

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Deltras FC pulang dengan tangan hampa setelah ditekuk PSS Sleman dengan skor 3-1 pada lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (14/2/2026).

Pada laga ini, Deltras FC sempat menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat Sandi Sute menit ke-52 setelah tertinggal oleh gol Frederic Injai di menit ke-49.

Namun, PSS berhasil menambah dua gol balasan lewat Riko Simanjuntak menit ke-76 dan Gustavo Tocantins menit ke-90+8.

Hasil ini tak hanya dipandang sebagai persoalan teknis oleh kubu Deltras FC.

Kata pelatih

Pelatih Deltras, Widodo Cahyono Putra, menilai laga tersebut lebih banyak ditentukan oleh kekuatan mental para pemain di lapangan.

Widodo mengungkapkan sejak awal dirinya telah menekankan pentingnya kesiapan mental menghadapi tekanan tuan rumah dan atmosfer pertandingan.

“Pertandingan tadi memang saya di awal sudah katakan kepada para pemain kami, ini adalah pertandingan mental. Jadi siapa yang siap mental secara keseluruhan, itu yang akan memenangkan pertandingan,” ujar Widodo.

Menurutnya, kerja keras para pemain sebenarnya sudah terlihat sepanjang laga. Namun faktor mental dan kondisi fisik yang mulai menurun di babak kedua menjadi celah yang dimanfaatkan PSS.

“Bukan berarti kerja keras, mentalnya tidak siap. Tapi seiring berjalannya waktu ada beberapa pemain yang kondisinya mulai menurun, dan itu dimanfaatkan oleh PSS Sleman,” jelasnya.

Tekanan konsisten PSS Sleman

Tekanan konsisten dari Laskar Sembada, ditambah dukungan penuh suporter tuan rumah, membuat tim tamu kesulitan menjaga stabilitas permainan hingga akhir laga.

Sementara itu, pemain Deltras, Wisal El-Burji, tetap memberikan apresiasi kepada rekan-rekannya meski hasil akhir tidak sesuai harapan.

“Untuk pertandingan sore tadi saya apresiasi kepada rekan-rekan yang sudah berjuang keras. Namun hasil belum berpihak kepada kami. Ke depan kami akan perbaiki dan ambil tiga poin di pertandingan berikutnya. Kami akan bangkit,” kata Wisal.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada PSS atas kemenangan yang diraih.

Kekalahan ini menjadi catatan evaluasi bagi Deltras, terutama dalam menjaga konsistensi mental dan fisik sepanjang 90 menit pertandingan.

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved