Pemilihan Presiden FC Barcelona 2026: Barca Hadapi Masa Transisi Politik

Joan Laporta resmi mundur dari jabatan presiden Barcelona untuk kembali maju dalam pemilihan pada 15 Maret 2026. 

Penulis: Iwan Al Khasni | Editor: Iwan Al Khasni
FC Barcelona
Joan Laporta 

 

Ringkasan Berita:Joan Laporta resmi mundur dari jabatan presiden Barcelona untuk kembali maju dalam pemilihan pada 15 Maret 2026. 
 
Rafa Yuste ditunjuk sebagai presiden interim, sementara Laporta akan bersaing dengan Victor Font, Marc Ciria, Xavier Vilajoana, dan Joan Camprubi. 
 
Pemilihan ini akan menentukan arah masa depan Blaugrana, termasuk proyek besar renovasi Spotify Camp Nou dan stabilitas klub di tengah persaingan domestik maupun Eropa.

 

Tribunjogja.com Spanyol --- Joan Laporta resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden Barcelona, namun ia akan kembali maju dalam pemilihan presiden klub yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Maret 2026. 

Keputusan ini diambil sesuai dengan Statuta Barcelona, yang mengharuskan seorang presiden mundur dari posisinya jika ingin kembali mencalonkan diri.

Selain Laporta, sejumlah wakil presiden dan direktur juga ikut mengundurkan diri untuk berpartisipasi dalam proses elektoral, di antaranya Elena Fort (Wakil Presiden Bidang Institusional), Antonio Escudero (Wakil Presiden Bidang Sosial), serta Ferran Olive, Josep Maria Albert, Javier Barbany, Miquel Camps, Aureli Mas, Javier Puig, 
dan Joan Soler. 

Untuk sementara, Rafa Yuste akan bertindak sebagai presiden interim hingga akhir Juni.

Dalam pernyataan resminya, Laporta menegaskan bahwa ia meninggalkan jabatan dengan rasa bangga. Ia menyoroti sejumlah keputusan sulit yang diambil demi menyelamatkan klub, termasuk proyek besar renovasi Spotify Camp Nou yang disebutnya sebagai warisan terpenting dalam sejarah Barcelona

Menurut Laporta, proyek tersebut berhasil mengembalikan kredibilitas klub di mata investor, anggota, dan dunia sepak bola.

Laporta juga berterima kasih kepada jajaran direksi dan timnya yang telah menjaga stabilitas fundamental klub. 

Ia menekankan bahwa tanpa keputusan-keputusan penting yang diambil dalam beberapa tahun terakhir, Barcelona bisa saja mengalami krisis besar. 

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pemain atas gelar-gelar yang sudah diraih, sembari menegaskan bahwa kesuksesan lain akan datang jika anggota klub kembali memberikan kepercayaan kepadanya.

Dalam pemilihan mendatang, Laporta akan menghadapi persaingan dari beberapa kandidat lain, termasuk Victor Font, Marc Ciria, Xavier Vilajoana, dan Joan Camprubi. 

Font sendiri dianggap sebagai rival terkuat, setelah sebelumnya gagal dalam pemilihan 2021.

Laporta, yang pertama kali menjabat sebagai presiden Barcelona pada periode 2003–2010, kembali terpilih untuk masa jabatan kedua pada 2021. 

Kini, di usia 63 tahun, ia berusaha mempertahankan kursinya untuk periode berikutnya, dengan membawa catatan bahwa Barcelona di bawah kepemimpinannya berhasil meraih 
sejumlah gelar bergengsi, termasuk treble domestik pada musim 2024/25. 

Transfer dan Dinamika Politik

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved