Liga Inggris
Wayne Rooney Ungkap Alasan Akar Masalah Utama Manchester United
Wayne Rooney menyatakan bahwa minimnya sosok pemimpin Manchester United menjadi alasan utama kemerosotan performa klub.
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM - Wayne Rooney menyatakan bahwa minimnya sosok pemimpin Manchester United menjadi alasan utama kemerosotan performa klub.
Banyak yang telah dibicarakan tentang Manchester United selama bertahun-tahun, setelah klub tersebut kesulitan menunjukkan kualitas mereka.
MU telah mengalami penurunan performa sejak musim lalu setelah pemecatan Erik ten Hag dan kedatangan Ruben Amorim.
Rekor Amorim di liga maupun di liga lain sangat buruk, karena ia kalah lebih banyak daripada menang sejauh ini.
Ia memang membawa Manchester United ke Final Liga Europa musim lalu, tetapi akhirnya gagal mengalahkan rival sekotanya, Tottenham, pada malam yang menentukan di Bilbao.
Meskipun ada beberapa hal positif di musim baru, kekalahan dari klub divisi bawah Grimsby Town menambah tekanan pada Amorim.
Sempat ada pembicaraan untuk memecat sang pelatih, tetapi ada implikasi finansial bagi Manchester United jika mereka akhirnya memutuskan untuk berpisah.
Beberapa nama telah dibicarakan sebagai calon penerus, tetapi sejauh ini, dewan direksi belum memberikan indikasi keinginan mereka untuk berpisah dengan Amorim.
Meskipun ada harapan bahwa performa di lapangan akan membaik dan klub dapat kembali ke salah satu kompetisi Eropa musim depan, terutama Liga Champions, perjalanan masih panjang.
Banyak komentar dari luar mengenai kondisi klub, termasuk legenda Manchester United, Wayne Rooney, yang terbaru.
Komentarnya yang muncul di Football Insider melalui podcast Rio Meets menyatakan bahwa tim ini kekurangan pemimpin sejak kepergiannya, begitu pula kepergian Michael Carrick.
“Saya pergi pada tahun 2017, dan dari tim kami, hanya saya dan Michael Carrick yang tersisa,” kata Rooney.
“Kami melihat para pemain di belakang kami dan berpikir, siapa yang akan memimpin ruang ganti ini? Youngy (Ashley Young) ada di sana, tetapi kami tidak memiliki kelompok kepemimpinan.
“Jesse (Lingard) ada di sana, (Paul) Pogba, Marcus (Rashford), mereka adalah pemain-pemain fantastis, pesepakbola yang sangat bagus, tapi sebenarnya, siapa yang akan mengambil tanggung jawab dan menjaga jiwa itu di ruang ganti, dan saya rasa sejak saya dan Michael pergi, hal itu belum pernah ada di sana.”
Argumen ini cukup beralasan, karena Manchester United memang kekurangan pemimpin seperti Rooney atau Carrick.
MU belum berhasil menciptakan lingkungan yang stabil selama bertahun-tahun sejak saat itu, dan mereka tentu perlu segera mengatasi masalah tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/rooney_gjhdj_20160118_002751.jpg)