Analisis Target DIY di PON 2028, Minimal 19 Emas untuk Tembus 10 Besar
PON 2028 nanti akan dipertandingkan total 62 cabang olahraga dengan 911 nomor pertandingan.
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Peta persaingan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mulai terlihat.
Berdasarkan hasil Rapat Koordinasi (Rakor) KONI Pusat pada Februari 2026, sejumlah regulasi baru termasuk pembagian klaster cabang olahraga (cabor) telah ditetapkan.
Guru Besar FIKK UNY, Djoko Pekik Irianto, memberikan analisis terkait target yang perlu dibidik kontingen DIY agar tetap kompetitif di level nasional.
Ia menjelaskan bahwa pada PON 2028 nanti akan dipertandingkan total 62 cabang olahraga dengan 911 nomor pertandingan.
Pelaksanaannya juga akan tersebar di tiga wilayah utama, yakni Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menggelar 22 cabor, Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan 26 cabor, serta DKI Jakarta yang menjadi tuan rumah bagi 14 cabor.
“Ada empat klaster cabor yang dipertandingkan, mulai dari klaster Olympic, DBON (Desain Besar Olahraga Nasional), SEA Games, hingga World Games. Selain itu, tentu terdapat privilege khusus bagi tuan rumah,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).
Mantan Ketua KONI DIY dua periode itu juga memaparkan kalkulasi berbasis analisis saintifik untuk memetakan peluang posisi DIY di klasemen akhir.
Baca juga: AC Milan Bisa Saja Melepas Christian Pulisic ke Liga Inggris
Menurutnya, dinamika kebijakan di KONI Pusat memang sangat berpengaruh terhadap peta persaingan. Meski demikian, gambaran minimal target capaian sudah bisa dihitung sejak dini.
Jika DIY ingin menembus peringkat sembilan, para atlet minimal harus mampu meraih 21 medali emas. Sementara untuk target realistis menembus 10 besar, DIY setidaknya harus mengoleksi 19 medali emas.
“Berdasarkan hitungan tersebut, saya menyarankan KONI DIY untuk berani memasang target 10 besar dengan minimal meraih 19 medali emas,” tegasnya.
Meski demikian, Djoko Pekik mengingatkan bahwa kalkulasi tersebut masih sangat mungkin berubah mengikuti dinamika yang terjadi di tingkat pusat.
Menurutnya, berbagai faktor teknis maupun non-teknis di lapangan nantinya akan sangat menentukan apakah target tersebut bisa tercapai atau justru meleset.
Kendati begitu, Djoko Pekik tetap berharap kontingen DIY dapat menjaga optimisme.
Persiapan yang matang sejak dini menjadi kunci agar DIY tidak sekadar menjadi pelengkap, melainkan tetap menjadi kekuatan yang diperhitungkan di tingkat nasional.
“Selamat berjuang untuk DIY. Mari kita jaga agar DIY tetap eksis dan berprestasi di kancah nasional,” pungkasnya. (*)
| KONI DIY Apresiasi Prestasi Veda Ega Pratama di Moto3, Buah Disiplin dan Kerja Keras |
|
|---|
| Pebalap WorldSSP Aldi Satya Mahendra Alami Kecelakaan, KONI DIY Minta Penanganan Maksimal |
|
|---|
| KONI DIY dan Jateng Perkuat Koordinasi, Siapkan Persyaratan Tuan Rumah PON 2032 |
|
|---|
| KONI DIY Petakan Kekuatan Menuju PON 2028, Kepastian Cabang Olahraga Belum Final |
|
|---|
| KONI DIY Gandeng RS Hermina Yogyakarta untuk Dukung Kesehatan Atlet |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Prof-Djoko-Pekik-Irianto-UNY.jpg)