8 Disiplin Berkuda yang Populer di Kompetisi Nasional dan Internasional
Tak hanya sekadar hobi, olahraga berkuda juga bisa dijadikan wadah pencari prestasi nasional dan internasional. Banyak pilihan cabang kompetisinya.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Ada satu tambahan alat yaitu tongkat (mallet) untuk memukul bola kayu ke gawang lawan dalam beberapa babak (chukka) selama 7 menit.
Pelanggaran seperti mengait tongkat lawan atau menabrak fisik diizinkan tetapi ada batasannya.
Pemenang ditentukan oleh tim dengan gol terbanyak, mirip dengan sepak bola bedanya sambil berkuda dan kaki pemain digantikan dengan mallet.
Rodeo Events
Rodeo Events berkuda (rodeo) adalah olahraga kompetitif klasik Amerika yang meniru keterampilan koboi dalam penggembalaan ternak.
Melibatkan acara seperti menunggang kuda liar (bronc) tanpa pelana atau dengan pelana, menunggang banteng, mengikat anak sapi (roping), dan balap barel.
Ditujukan untuk menguji keberanian, keterampilan teknis, kecepatan, dan ketangkasan penunggang serta keterampilan bekerja dengan ternak.
Namun, disiplin ini hanya populer di daerah Amerika Serikat bagian utara dan Kanada.
Dikarenakan olahraga ini lebih dijadikan sebagai sebuah tradisi untuk mengenal kehidupan koboi pada abad ke-19 lalu.
Vaulting
vaulting paling sering digambarkan sebagai senam dan menari di atas kuda, yang dapat dilakukan baik secara kompetitif maupun non-kompetitif.
Tunggang tangkas memiliki sejarah sebagai aksi berkuda di sirkus, tetapi asal-usulnya sudah ada sejak setidaknya dua ribu tahun yang lalu.
Ini terbuka untuk pria dan wanita dan merupakan salah satu dari sepuluh disiplin ilmu berkuda yang diakui oleh Federasi Internasional untuk Olahraga Berkuda (Fédération Équestre Internationale atau FEI).
Tunggang tangkas terapeutik atau interaktif juga digunakan sebagai kegiatan untuk anak-anak dan orang dewasa yang mungkin memiliki keseimbangan, perhatian, keterampilan motorik kasar, atau defisit sosial.
Olahraga ini masih sangat jarang dilakukan di Indonesia dan lebih populer di Eropa Barat terutama, Jerman dan Swiss.
Ramainya olahraga berkuda ini juga ikut memperbanyak pilihan minat atau hobi yang bisa dipilih orang-orang.
Olahraga yang biasanya kita berkoordinasi dengan diri sendiri, kali ini dalam berkuda perlu berkoordinasi dengan makhluk hidup lain seperti kuda.
Tak hanya sekadar hobi, olahraga ini juga bisa dijadikan sebagai wadah pencari prestasi nasional dan internasional dengan banyaknya disiplin yang dipertandingkan. (MG Romadhon)
| Pesepak Bola Muda Se-DIY Rasakan Atmosfer Kompetisi Profesional di Turnamen MSKC 2026 |
|
|---|
| Wasit Piala Dunia hingga Atlet Ranking Dunia Ramaikan Kejuaran Padel FIP Bronze Yogyakarta 2026 |
|
|---|
| Kompetisi Padel FIP Bronze Yogyakarta Mulai Bergulir, 16 Laga Kualifikasi Digelar di Hari Pertama |
|
|---|
| Ratusan Pesilat Pelajar hingga Mahasiswa Berlaga di Kejurda Perisai Diri DIY 2026 |
|
|---|
| 14 Tim Bersaing di Ajang Campus League Basketball Regional Yogya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pacuan-kuda-di-Bantul.jpg)