PSIM Yogyakarta
Kata Van Gastel Usai PSIM Yogyakarta Catatkan Rentetan Hasil Minor
Rentetan hasil minor dalam beberapa laga terakir membuat PSIM Yogyakarta melorot ke peringkat kesembilan klasemen sementara Super League 2025/2026
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul Van Gastel, menyebut performa Skuat Laskar Mataram tak terlalu buruk.
- Selama paruh musim kedua, Laskar Mataram mencatatkan tren minor dalam beberapa laga terakhir
- Rentetan hasil minor tersebut membuat PSIM Yogyakarta melorot ke peringkat kesembilan klasemen sementara dengan koleksi 38 poin.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul Van Gastel menyebut performa tim asuhannya tak seburuk dari hasil pertandingan yang telah dilakoni.
Meskipun, Laskar Mataram menorehkan hasil minor dalam beberapa laga terakhir yang dilakoni.
Teranyar, PSIM Yogyakarta juga harus takluk saat menjamu PSM Makassar di kandang sendiri, Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, akhir pekan lalu.
Hasil itupun seolah menambah daftar panjang rentetan tren minor yang membayangi PSIM Yogyakarta dalam lanjutan Super League musim 2025/2026.
Memasuki pekan ke-27, performa Laskar Mataram menunjukkan tren yang kurang meyakinkan.
Tercatat, dalam 10 pertandingan terakhir, PSIM Yogyakarta hanya mampu meraih satu kemenangan, yakni saat menghadapi PSBS Biak.
Sementara sembilan laga lainnya berakhir dengan lima hasil imbang dan empat kekalahan.
Rentetan hasil minor itupun tersebut membuat PSIM Yogyakarta kini melorot ke peringkat kesembilan klasemen sementara Super League 2025/2026 dengan koleksi 38 poin.
“Saya rasa performa kami tidak seburuk itu. Target kami tetap jelas, yaitu tidak terdegradasi. Di 17 pertandingan pertama, kami bermain sangat baik, bahkan mungkin sedikit di atas ekspektasi,” ujar Van Gastel, Senin (13/4/2026).
Baca juga: PSIM Yogyakarta Kalah, Van Gastel: Ajaib, Kami Lebih Baik tapi Sepak Bola Kadang Tidak Adil
Tantangan di Paruh Musim Kedua
Ia menilai, performa apik di paruh pertama justru menjadi tantangan tersendiri saat memasuki paruh kedua musim.
“Kadang ketika anda tampil sangat baik, itu bisa menjadi tekanan di paruh berikutnya,” tambahnya.
Pelatih tersebut juga mencontohkan pengalaman Giovanni van Bronckhorst yang sempat membawa timnya ke final kompetisi Eropa, namun justru menghadapi kesulitan di musim berikutnya.
“Kesuksesan terkadang bisa menjadi kejatuhan. Jadi menurut saya, kami menjalani paruh pertama dengan sangat baik,” katanya.
Di paruh kedua, ia menilai permainan tim sebenarnya masih cukup solid, hanya saja hasil akhir belum berpihak.
“Kami masih bermain bagus, hanya hasilnya yang kurang maksimal. Secara keseluruhan, kami masih berada di jalur yang benar,” tegasnya.
Ia pun menyoroti tingginya jumlah hasil imbang yang diraih timnya musim ini.
“Kami adalah tim dengan hasil seri terbanyak. Jika kami bisa mengubah hasil imbang itu menjadi kemenangan, situasinya tentu akan sangat berbeda,” pungkasnya. (*)
| PSIM Yogyakarta Siap Tantang Persib di Bandung, Tanpa Beban Usai Pastikan Bertahan di Super League |
|
|---|
| PSIM Yogyakarta Tujuh Laga Tanpa Menang Usai Dikalahkan Persita, Van Gastel Angkat Bicara |
|
|---|
| Gol Cepat Andrejic Bawa Persita Bungkam PSIM Yogyakarta di Kandang |
|
|---|
| PSIM Yogyakarta Kalah dari Persita, Posisi Belum Aman |
|
|---|
| PSIM Yogyakarta Kalah dari Persita, Laskar Mataram Tanpa Kemenangan di 7 Laga Beruntun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/PSIM-Yogyakarta-Kalah-Van-Gastel-Ajaib-Kami-Lebih-Baik-tapi-Sepak-Bola-Kadang-Tidak-Adil.jpg)