PSIM Yogyakarta

Pesan Pelatih ke Pemain PSIM Yogyakarta: Setelah Libur Lebaran Harus dalam Kondisi Bugar dan Ideal

Bulan Ramadan 2026 dan perayaan Idulfitri 1447 H di Indonesia identik dengan konsumsi hidangan manis dengan kadar gula yang cukup tinggi.

Tayang:
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Joko Widiyarso
Tribun Jogja/Almurfi Syofyan
PESAN PELATIH PSIM: Bulan Ramadan 2026 dan perayaan Idulfitri 1447 H di Indonesia identik dengan konsumsi hidangan manis dengan kadar gula yang cukup tinggi. Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel menyadari betul bahwa ini adalah tantangan bagi para anak asuhnya. 

 


TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bulan Ramadan 2026 dan perayaan Idulfitri 1447 H di Indonesia identik dengan konsumsi hidangan manis dengan kadar gula yang cukup tinggi.

Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel menyadari betul bahwa ini adalah tantangan bagi para anak asuhnya.

“Secara keseluruhan makanan Indonesia mengandung banyak gula di dalam masakannya. anda harus sadar akan apa makanan untuk anda konsumsi,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).

Sang pelatih tidak memberi instruksi khusus kepada para pemain terkait apa yang mereka konsumsi. Akan tetapi, ia lebih menekankan tanggung jawab individu masing-masing penggawa Laskar Mataram.

“Saya memperingatkan mereka untuk kembali ke latihan (setelah libur lebaran) dalam kondisi yang bugar dan ideal (dengan berat badan proporsional). Saya akan mengambil tindakan tegas jika mereka tidak kembali seperti keinginan saya,” tegas Van Gastel.

Masa rehat tim juga dimanfaatkan sang juru taktik untuk memulihkan tenaga. Ia memilih bepergian ke luar negeri bersama keluarga, demi menghabiskan waktu luangnya.

“Secara pribadi saya pergi ke Vietnam. Saya akan pergi untuk liburan bersama keluarga saya,” pungkasnya.

Libur 6 hari

PSIM Yogyakarta meliburkan aktivitas latihan tim selama enam hari dalam jeda hari raya Idulfitri 1447 Hijriyah.

Periode libur ini terhitung sejak Selasa (17/3/2026) sampai dengan Minggu (22/3/2026).

Pelatih berlisensi UEFA Pro ini membeberkan rencana tim selama masa jeda kompetisi. Pria ini telah menyusun program latihan matang sebelum tim kembali berkumpul.

“Kami berlatih selama beberapa hari dan memberi mereka libur enam hari. Kami punya dua minggu bersiap menghadapi Dewa,” ungkapnya

Ia juga menjelaskan alasan mengapa memberikan jeda libur yang lumayan panjang bagi timnya.

“Saya memberikan libur untuk mereka agar bisa menghabiskan waktu bersama keluarga dan menikmati istirahat karena saya pikir itu penting. Setelah itu, kami mulai lagi menuju hari pertama (persiapan melawan Dewa United FC),” pungkasnya.

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved