PSS Sleman

Alarm Tanda Bahaya PSS Sleman Berbunyi

PSS Sleman mengalami penurunan tren kemenangan di putaran kedua Pegadaian Championship 2025/2026.

Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
Tribun Jogja/Almurfi Syofyan
OPTIMISTIS: Pemain PSS Sleman foto bersama sebelum berlaga di Stadion Maguwoharjo, Sleman beberapa waktu lalu. 
Ringkasan Berita:
  • PSS Sleman mengalami penurunan tren kemenangan di putaran kedua Pegadaian Championship 2025/2026.
  • Tak pelak, hasil negatif tersebut bisa menjadi alarm tanda bahaya bagi Laskar Super Elang Jawa.
  • Pasalnya, kondisi tersebut berdampak langsung pada posisi serta jarak poin Super Elja di klasemen sementara Grup Timur.

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - PSS Sleman mengalami penurunan tren kemenangan di putaran kedua Pegadaian Championship 2025/2026.

Tak pelak, hasil negatif tersebut bisa menjadi alarm tanda bahaya bagi Laskar Super Elang Jawa.

Pasalnya, kondisi tersebut berdampak langsung pada posisi serta jarak poin Super Elja di klasemen sementara Grup Timur.

Saat ini, PSS bertengger di peringkat kedua klasemen dengan koleksi 35 poin. 

Posisi PSS Sleman

Posisi tersebut belum sepenuhnya aman lantaran hanya terpaut satu poin dari Persipura Jayapura di urutan ketiga.

Selain itu, PSS juga hanya unggul lima angka dari Deltras FC dan Kendal Tornado yang menempati peringkat keempat dan kelima.

Dari delapan pertandingan yang telah dijalani pada putaran kedua, PSS mencatatkan empat kemenangan, tiga hasil imbang, dan satu kekalahan.

PSS masih menyisakan satu laga terakhir di putaran kedua dengan menghadapi Barito Putera pada akhir pekan ini.

Catatan tersebut menunjukkan penurunan dibanding putaran pertama.

Saat itu, Super Elja mencatat enam kemenangan, disusul dua hasil imbang dan satu kekalahan.

PSS kurang beruntung

Menanggapi situasi ini, Direktur Teknik PSS Sleman, Pieter Huistra, menilai timnya sedikit kurang beruntung dalam beberapa laga terakhir. 

Ia mencontohkan hasil imbang saat menjamu Persela Lamongan yang berakhir 1-1. “Terkadang sedikit kurang beruntung, tapi keberuntungan akan berbalik,” ujar Huistra, Rabu (28/1).

Menurutnya, PSS sebenarnya tampil dominan dan memiliki banyak peluang dalam laga tersebut. Namun, satu peluang yang dimiliki lawan di babak kedua justru berbuah gol.

“Melawan Persela kemarin saya pikir permainan kami bagus, kami punya banyak peluang. Tapi di babak kedua mereka punya satu tendangan ke gawang dan itu gol,” jelasnya.

Situasi serupa juga dialami PSS saat menghadapi Persipura pada laga terakhir.

Super Elja kembali gagal mengamankan kemenangan setelah ditahan imbang tuan rumah dengan skor 1-1.

Harus fokus

Meski demikian, Huistra meminta para pemainnya untuk tetap fokus menatap laga penentuan melawan Barito Putera. 

Ia menegaskan pentingnya menjaga fokus demi meraih poin penuh.

“Saya melihat pemain sudah menatap ke laga ke depan. Itulah yang bisa kita lakukan. Kita tidak bisa mengubah apa yang sudah terjadi di belakang,” ujarnya.

“Kita hanya bisa melihat ke depan,” kasta mantan pelatih Borneo FC tersebut.

PSS Sleman diharapkan mampu bangkit dan kembali ke jalur kemenangan demi mengamankan posisi mereka menuju fase berikutnya kompetisi.

Dua hasil imbang

PSS Sleman telah melakoni dua pertandingan krusial di putaran kedua Grup Timur Pegadaian Championship 2025/2026 dengan hasil imbang saat menghadapi Persela Lamongan dan Persipura Jayapura.

Hasil yang belum maksimal tersebut kini dijadikan motivasi tambahan bagi skuat Laskar Sembada untuk bangkit pada laga penentuan.

Tim asuhan Ansyari Lubis dijadwalkan menghadapi PS Barito Putera pada pekan terakhir putaran kedua. 

Pertandingan krusial pekan ke-18 ini akan berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Sabtu (31/1/2026) malam, dan diprediksi berjalan sengit dengan atmosfer laga yang semakin memanas.

Laga kontra Laskar Antasari bukan sekadar perebutan tiga poin, tetapi juga menjadi momentum penting dalam persaingan menuju puncak klasemen di tengah ketatnya kompetisi Grup Timur yang masih terbuka bagi banyak tim.

Ansyari Lubis menilai kondisi persaingan yang ketat justru menjadi hal positif bagi kompetisi.

Menurutnya, peluang yang masih terbuka lebar membuat kesiapan tim menjadi faktor penentu.

“Menurut saya, kondisi ini justru bagus untuk persaingan. Dengan peluang yang terbuka bagi semua tim, kunci keberhasilan ada pada kesiapan masing-masing tim. Tim yang mampu mempersiapkan diri dengan paling baik, itulah yang pada akhirnya akan berhasil,” ujar Ansyari, Rabu (28/1/2026).

Genjot performa tim

Menatap laga krusial tersebut, jajaran pelatih PSS Sleman memaksimalkan waktu persiapan selama tiga hari terakhir.

Fokus diberikan pada peningkatan performa tim secara kolektif, sekaligus memoles kemampuan individu pemain.

“Artinya, jika kami sedikit lengah, tim lain siap memanfaatkan kesempatan tersebut dan bisa mengambil posisi di atas kami. Itu yang menjadi fokus kami saat ini,” lanjutnya.

Situasi pertandingan yang menentukan dipastikan membuat tensi laga berjalan tinggi.

Kondisi ini juga memicu antusiasme suporter PSS Sleman untuk memberikan dukungan langsung dengan memadati Stadion Maguwoharjo.

Ansyari Lubis menyambut positif dukungan publik Sleman tersebut.

Ia menilai atmosfer stadion yang bergairah akan menjadi suntikan semangat tersendiri bagi para pemain.

“Pastinya, situasi ini justru sangat positif. Artinya, atmosfer sepak bola kita semakin bergairah. Hal ini memberikan semangat bagi pemain untuk tampil all out meraih target kemenangan,” jelasnya. 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved