Mengenal Cyanotype: Sejarah & Proses Teknik Cetak Biru Klasik Fotografi
Salah satu metode yang terus bertahan lintas zaman adalah cyanotype, teknik pencetakan fotografi berwarna biru yang telah dikenal sejak abad ke-19.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Ringkasan Berita:
- Cyanotype merupakan teknik cetak fotografi klasik berwarna biru yang ditemukan Sir John Herschel pada 1842.
- Proses sederhana berbasis cahaya UV dan garam besi ini menjadi alternatif aman dan ekonomis dalam fotografi.
- Awalnya digunakan sebagai blueprint teknik, cyanotype berkembang melalui karya Anna Atkins untuk dokumentasi ilmiah dan sampai saat ini cyanotype tetap relevan sebagai medium seni dan edukasi.
TRIBUNJOGJA.COM - Di tengah dominasi fotografi digital yang serba instan, teknik cetak fotografi klasik kembali menarik perhatian para seniman dan fotografer.
Salah satu metode yang terus bertahan lintas zaman adalah cyanotype, teknik pencetakan fotografi berwarna biru yang telah dikenal sejak abad ke-19.
Dengan proses sederhana yang memanfaatkan cahaya matahari dan reaksi kimia berbasis garam besi, cyanotype menawarkan pengalaman visual sekaligus historis yang berbeda dari praktik fotografi modern.
Baca juga: Teori Warna dalam Fotografi: Cara Memperkuat Emosi dan Makna Foto
Apa Itu Cyanotype?
Cyanotype adalah salah satu teknik pencetakan fotografi tertua yang dikenal dengan hasil cetak berwarna biru cyan atau prussian blue yang khas.
Proses ini termasuk dalam kategori fotografi alternatif dan telah digunakan sejak abad ke-19 sebagai metode pencitraan yang sederhana, ekonomis, dan relatif aman dibandingkan teknik fotografi konvensional lainnya.
Teknik cyanotype ditemukan pada tahun 1842 oleh Sir John Herschel, seorang ilmuwan Inggris yang dikenal sebagai polymath karena kontribusinya di berbagai bidang, mulai dari astronomi, matematika, kimia, hingga fotografi.
Herschel mengembangkan cyanotype sebagai solusi untuk mereproduksi catatan ilmiah dan diagram teknis secara efisien.
Secara etimologis, kata cyan berasal dari bahasa Yunani kyanos yang berarti biru tua.
Warna inilah yang menjadi ciri utama dari hasil cetak cyanotype, memberikan kesan visual yang kuat, kontras tinggi, dan estetika yang unik.
Dibandingkan dengan proses fotografi berbasis garam perak yang memerlukan kamar gelap dan bahan kimia berbahaya, cyanotype menawarkan pendekatan yang lebih sederhana.
Proses ini hanya membutuhkan sinar ultraviolet, yang dapat berasal dari sinar matahari langsung, serta larutan garam besi yang relatif tidak beracun.
Kesederhanaan proses dan karakter visualnya yang khas membuat cyanotype tidak hanya digunakan sebagai metode dokumentasi, tetapi juga berkembang menjadi medium seni.
Dari dokumentasi botani hingga eksplorasi abstrak modern, cyanotype terus bertahan dan berevolusi sebagai teknik cetak fotografi yang relevan hingga hari ini.
Sejarah Cyanotype
Sir John Herschel pertama kali mengembangkan cyanotype pada tahun 1842.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/cetak-foto-cyanotype-fotografi.jpg)