3 Film Horor Ari Aster Ini Siap Temani Malam Hujan yang Mencekam
Jika kamu menyukai film dengan nuansa mencekam namun tetap terlihat artistik, maka karya-karya Ari Aster bisa menjadi pilihan yang tepat.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Tidak heran jika karya-karyanya sering dibicarakan dan mendapat berbagai pujian.
Berikut adalah 3 rekomendasi film Ari Aster yang layak ditonton saat hujan turun dan kamu ingin merasakan sensasi horor yang berbeda:
1. Hereditary (2018)
Film panjang pertama Ari Aster, Hereditary, menjadi gebrakan besar di dunia perfilman horor modern.
Dibintangi oleh Toni Collette, film ini berpusat pada seorang ibu yang dirundung duka setelah serangkaian tragedi menimpa keluarganya.
Namun, rasa berduka itu pelan-pelan berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih gelap dan supranatural.
Hereditary mendapat banyak pujian kritikus, termasuk dari The New York Times, berkat akting Toni Collette yang sangat emosional.
2. Midsommar (2019)
Jika biasanya film horor identik dengan kegelapan, Ari Aster membalikkan pakem tersebut lewat Midsommar.
Film ini berlatar di desa terpencil di Swedia yang sedang merayakan festival musim panas.
Semuanya terlihat cerah, penuh bunga, kostum putih, dan sinar matahari.
Namun di balik keindahan itu tersembunyi kengerian yang perlahan terungkap.
Film ini mengikuti sekelompok teman yang bepergian ke Hälsingland, dan tanpa mereka sadari, turut terseret dalam ritual-ritual aneh yang berakar pada mitologi Nordik dan tradisi kuno.
Untuk film ini, Ari Aster melakukan riset mendalam mengenai festival midsummer Skandinavia, kepercayaan Viking yang bersifat semi-mitologis, serta ritual Germanic kuno termasuk metode eksekusi yang mengerikan.
Baca juga: 7 Film Horor Biarawati Terseram
3. Beau Is Afraid (2023)
Film ketiga Aster, Beau Is Afraid, masih mengusung tema psikologis, namun dengan pendekatan yang lebih sureal dan eksperimental.
Dibintangi Joaquin Phoenix, film ini berkisah tentang seorang pria paruh baya yang dipenuhi kecemasan berlebihan dan berusaha pulang setelah ibunya meninggal.
Ari Aster menggambarkan film ini sebagai mimpi buruk yang Panjang seperti perjalanan Freudian, serta Jewish Lord of the Rings versinya sendiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Petir-Kilat-Halilintar-4.jpg)