"Dowa Juseyo” Hadir Januari 2026: Perpaduan Horor Psikologis dan Drama Korea yang Bikin Merinding

Dowa Juseyo, karya Heart Pictures, membawa penonton menelusuri Busan dan Indonesia melalui kisah Tania

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Hanif Suryo
FILM BARU : Pemain filmDowa Juseyo berbagi momen di JAFF Market 2025, Jogja Expo Center, Senin (1/12/2025). Saskia Chadwick, Kim Geba, antusias memperkenalkan film horor psikologis ini kepada pengunjung, sambil menceritakan pengalaman syuting di Busan. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Film horor biasanya menakutkan, tapi bagaimana jika cerita itu juga menyinggung budaya, nilai moral, dan isu sosial?

Dowa Juseyo, karya Heart Pictures, membawa penonton menelusuri Busan dan Indonesia melalui kisah Tania, mahasiswi pertukaran pelajar yang terhubung dengan roh korban kekerasan seksual yang meninggal tanpa mendapatkan keadilan. 

Hubungan mereka memicu rangkaian pengalaman supranatural yang tidak hanya menegangkan, tetapi juga menantang Tania dan penonton untuk menghadapi dilema moral, apakah balas dendam bisa menjadi bentuk keadilan?

Menurut Herty Purba, Executive Producer Heart Pictures, film ini lebih dari sekadar horor biasa. 

“Kami ingin penonton merasakan kemarahan, empati, sekaligus hangatnya cinta. Pendekatan ini memberi warna baru bagi horor di Indonesia,” ujarnya di Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) di JEC, Senin (1/12/2025).

Dowa Juseyo menyajikan ketegangan horor yang berpadu dengan drama psikologis, konflik batin, dan pesan moral yang relevan bagi penonton lintas usia.

Proses syuting di Busan menghadirkan pengalaman unik bagi para pemain. 

Saskia Chadwick, pemeran Tania, menceritakan bahwa cuaca di Busan cukup dingin, tapi pemandangan kota dan tepi laut yang sangat indah.

"Setiap adegan menuntut kami menyelami emosi Tania yakni rasa takut, kesedihan, sekaligus empati yang mendalam. Penonton bisa belajar banyak dari perjalanan emosionalnya.”

Baca juga: Suzzanna Kembali Hidup di Layar Lebar, Luna Maya & Reza Rahadian Ungkap Tantangan Versi Baru

Aktor Kim Geba menambahkan, Dowa Juseyo menonjolkan perpaduan budaya yang jarang ditemui di perfilman Indonesia. 

“Selain horor, film ini mengajarkan empati, keberanian, dan bagaimana individu menghadapi ketidakadilan sambil tetap menjaga hubungan dengan orang-orang di sekitarnya. Kami ingin penonton merasakan konflik batin karakter, bukan hanya takut,” katanya.

Film ini disutradarai oleh dua sutradara, Nur Muhammad Taufik dan Sjahfasyat Bianca, dengan pendekatan visual modern yang menekankan psikologi karakter. 

Setiap adegan dirancang untuk menampilkan konflik batin dan emosi mendalam, bukan sekadar efek menakutkan.

Naskahnya ditulis oleh Nucke Rachma, yang merajut isu-isu universal seperti bullying, trauma, dan tantangan pelajar di luar negeri, sehingga cerita Tania terasa relevan dan menyentuh lintas budaya.

Dalam hal distribusi, Heart Pictures bekerja sama dengan Sinemaku Pictures dan mendapat dukungan promosi dari MNPC Nelaku. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved