Alah Batahun Rantau Manjadi Labuahan Hiduik, Jadi Lagu Khas Mudik Lebaran
Lagu ini kerap muncul dalam berbagai video perjalanan mudik di media sosial, menggambarkan suasana haru bahagia saat kembali ke kampung halaman.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM - Pernah mendengar lagu ini?
Bagi banyak orang, potongan lirik “Alah batahun rantau manjadi labuahan hiduik” terasa begitu familiar, terutama saat momen menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Lagu ini kerap muncul sebagai latar musik dalam berbagai video perjalanan mudik di media sosial,
menggambarkan suasana haru sekaligus bahagia saat seseorang akhirnya kembali ke kampung halaman.
Tradisi mudik memang menjadi salah satu momen paling ditunggu setiap tahun.
Setelah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun merantau untuk bekerja atau menuntut ilmu,
pulang ke rumah saat Lebaran menjadi kesempatan berharga untuk berkumpul kembali dengan keluarga.
Suasana inilah yang terasa sangat kuat dalam lagu Taragak Pulang.
Baca juga: Promo Ramadhan dan Lebaran 2026 Diskon Transportasi, Mudik Gratis, hingga Paket Bukber
Makna Lagu
Lagu berbahasa Minang ini dipopulerkan oleh Eja S.M. bersama Abdi Fachrury dan Dira Sati.
Melalui liriknya, lagu ini menceritakan perasaan seorang perantau yang telah lama meninggalkan kampung halaman dan menyimpan kerinduan mendalam untuk pulang.
Kalimat pembuka lagu yang berbunyi “Alah batahun rantau manjadi labuahan hiduik” memiliki makna bahwa sudah bertahun-tahun merantau menjadi bagian dari perjalanan hidup seseorang.
Dalam budaya Minangkabau, merantau memang merupakan tradisi yang cukup kuat.
Banyak orang Minang pergi ke berbagai daerah bahkan negara lain untuk mencari pengalaman, pendidikan, dan kehidupan yang lebih baik.
Namun di balik perjalanan tersebut, selalu ada rasa rindu terhadap rumah, keluarga, dan suasana kampung halaman.
Perasaan inilah yang berhasil disampaikan dengan sangat emosional dalam lagu Taragak Pulang.
Tak heran jika banyak perantau merasa sangat terhubung dengan pesan yang ada di dalamnya.
Menjadi Ciri Khas Momen Mudik
Dirilis pada tahun 2021, lagu ini perlahan mendapat perhatian luas dari pendengar.
Popularitasnya terus meningkat seiring banyaknya pengguna media sosial yang menggunakan lagu tersebut sebagai backsound video perjalanan pulang kampung.
Hingga saat ini, lagu Taragak Pulang telah diputar lebih dari 16 juta kali di platform streaming musik Spotify.
Selain di platform musik, lagu ini juga sering muncul dalam berbagai konten perjalanan mudik di aplikasi seperti TikTok dan Instagram.
Potongan liriknya yang penuh makna sering dipadukan dengan visual perjalanan panjang di jalan tol,
pemandangan kampung halaman, hingga momen haru saat bertemu keluarga setelah sekian lama berpisah.
Baca juga: Resep Kue Cubit No Mixer, Bisa Jadi Ide Hidangan Manis Saat Lebaran
Keberhasilan Taragak Pulang bukan hanya karena musiknya yang enak didengar, tetapi juga karena liriknya mampu mewakili perasaan banyak orang.
Lagu ini seolah menjadi simbol kerinduan para perantau yang menantikan momen pulang, terutama saat Lebaran.
(MG Shabrina Andini)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20261203-Taragak-Pulang.jpg)