Dosen UAJY Dorong Pelestarian Budaya Lewat Digitalisasi Keris
Martinus menjelaskan bahwa Dana Indonesiana mendorong pelestarian budaya melalui pendekatan riset dan teknologi.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dosen Departemen Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Martinus Maslim, S.T., M.T., Ph.D berhasil memperoleh Hibah Dana Indonesiana dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia pada kategori Kajian Objek Pemajuan Kebudayaan.
Hibah tersebut diperoleh melalui penelitian berjudul “Perancangan dan Implementasi Sistem Basis Data Digital untuk Dokumentasi Keris sebagai Warisan Budaya Indonesia.”
Program ini bertujuan mendigitalisasi keris sebagai warisan budaya Indonesia yang hingga kini belum memiliki basis data terpusat.
Martinus menjelaskan bahwa Dana Indonesiana mendorong pelestarian budaya melalui pendekatan riset dan teknologi.
“Selama ini keris tersebar di berbagai koleksi, tetapi belum terdokumentasi secara terpusat. Karena itu, kami berupaya membangun basis data digital yang dapat diakses publik,” jelasnya.
Topik penelitian ini berangkat dari riset di laboratorium TICELS (Technology & Innovation for Culture, Education, Language, and Society) Departemen Informatika UAJY yang berfokus pada isu sosial, pendidikan, dan budaya.
Tim melihat keris sebagai objek kebudayaan penting yang masih minim dokumentasi digital berbasis ilmiah.
Proses pengajuan hibah dimulai dengan penyusunan proposal yang mencakup tujuan, metode, rencana anggaran biaya (RAB), dan timeline kegiatan.
Baca juga: Hari Kedua COMICOS 2026: Tantangan Polarisasi dan Transformasi Media Jadi Sorotan
Proposal tersebut kemudian melalui tahap seleksi substansi oleh Kementerian Kebudayaan, dilanjutkan dengan penyesuaian anggaran dan jadwal pelaksanaan hingga penandatanganan kontrak.
Karena Dana Indonesiana merupakan dana abadi yang dikelola melalui LPDP, proses pencairan dana dilakukan melalui lembaga tersebut.
Proposal diajukan pada Juni 2025 dan kontrak ditandatangani pada Desember 2025. Pelaksanaan program dijadwalkan berlangsung hingga November 2026.
Dalam pelaksanaannya, tim yang juga beranggotakan tenaga kependidikan yaitu Y. Yeni Kristiawan dan Agustinus Kris Handoyo akan mengembangkan basis data digital berbasis website yang dilengkapi dengan visual keris interaktif menggunakan teknik pemotretan berputar.
Program ini menargetkan pendokumentasian 70 jenis keris yang dapat diakses publik dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut untuk teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).
Tantangan utama dalam program ini adalah pengumpulan data keris yang sebagian besar dimiliki oleh kolektor pribadi, sehingga diperlukan kerja sama dengan komunitas dan kolektor keris.
Proyek ini juga melibatkan kolaborasi lintas unit di UAJY serta kerja sama akademik dengan Universitas Bina Nusantara (BINUS) melalui Dr. Yulius Denny Prabowo, S.T., M.T.I.
Martinus berharap program ini dapat berjalan lancar dan memberi manfaat bagi masyarakat luas, sekaligus menginspirasi sivitas akademika UAJY untuk aktif mengembangkan riset dan pengabdian melalui berbagai skema hibah. (*)
| Kolaborasi Strategis UAJY dan Panti Rapih Menuju Kampus Kedokteran Unggul |
|
|---|
| Dosen UAJY Terpilih Ikuti Program United Board 'Seed of Change' di Thailand |
|
|---|
| Program Jogja Istimewa Ajak Mahasiswa UAJY Mengenal Budaya Jawa |
|
|---|
| UAJY dan WWF Luncurkan KKN Tematik Zero Plastic Waste untuk Pengelolaan Sampah Berkelanjutan |
|
|---|
| Mahasiswi Teknik Industri UAJY Raih Gelar Winner Duta Budaya DIY 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Dosen-UAJY-Dorong-Pelestarian-Budaya-Lewat-Digitalisasi-Keris.jpg)