Materi Sejarah Kelas 12
Perjalanan Demokrasi Liberal hingga Demokrasi Terpimpin di Indonesia 1950–1966
Sejarah Indonesia periode 1950–1966 ditandai dengan masa Demokrasi Liberal hingga Demokrasi Terpimpin.
Tayang:
Penulis: Iwan Al Khasni | Editor: Iwan Al Khasni
Ringkasan Berita:Sejarah Indonesia periode 1950–1966 ditandai dengan masa Demokrasi Liberal hingga Demokrasi Terpimpin.Dimulai dari Mosi Integral Natsir, Pemilu 1955, hingga Dekrit Presiden 1959, serta konsep Nasakom yang berakhir pasca peristiwa G30S 1965.Materi ini dilansir dari buku Sejarah Kelas 12 karya Martina Safitry, Indah Wahyu Puji Utami, dan Aan Ratmanto.
Materi Sejarah Kelas 12
A. Indonesia di Tengah Konstelasi Perang Dingin
- Pasca Perang Dunia II muncul dua kekuatan besar: Amerika Serikat (liberalisme) dan Uni Soviet (komunisme).
- Persaingan ideologi melahirkan blok Barat dan blok Timur.
- Indonesia memilih sikap netral, bersama India dan Mesir, tidak memihak salah satu blok.
- Konferensi Asia Afrika (Bandung, 1955) menjadi momentum solidaritas negara-negara Asia-Afrika.
- Hasil KAA: Dasa Sila Bandung dan lahirnya Gerakan Non-Blok (1961) dengan Indonesia sebagai pelopor.
B. Ketersebaran Kekuatan dan Identitas Nasional Baru
1. Gerakan Perempuan
- Organisasi perempuan berkembang pesat, seperti Aisyiah, Muslimat NU, Perwari, dan Gerwis (kemudian Gerwani).
- Isu krusial: UU Perkawinan dan poligami.
- Dibentuk Komisi NTR (Nikah, Talak, Rujuk).
- UU Perkawinan baru disahkan pada tahun 1974.
2. Pemilihan Umum Pertama (1955)
- Pemilu pertama dilaksanakan 29 September 1955, diikuti 39 juta pemilih.
- Hasil: PNI (57 kursi), Masyumi (57), NU (45), PKI (39).
- Pemilu menunjukkan polarisasi tajam antara partai berbasis agama dan non-agama.
- Ketidakstabilan politik pasca-Pemilu mendorong keluarnya Dekrit Presiden 5 Juli 1959, yang memberlakukan kembali UUD 1945 dan menandai lahirnya Demokrasi Terpimpin.
3. Nasionalisme, Agama, dan Komunis (Nasakom)
- Konsep Nasakom digagas Soekarno sebagai persatuan tiga kekuatan: nasionalis, agama, dan komunis.
- Tujuannya menggantikan sistem parlementer yang dianggap tidak menyejahterakan rakyat.
- Tidak semua pihak menerima, Hatta menolak konsep ini.
- Nasakom runtuh setelah peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI).
C. Dinamika Sosial, Politik, dan Ekonomi
- Ketidakseimbangan pusat-daerah memicu pergolakan.
- Polarisasi ideologi memperkuat gejolak politik.
- Efek domino dari G30S 1965 menjadi akhir masa Demokrasi Terpimpin.
Dengan demikian, perjalanan demokrasi Indonesia dari Demokrasi Liberal (1950–1959) menuju Demokrasi Terpimpin (1959–1966) memperlihatkan dinamika politik yang kompleks, dipengaruhi oleh konstelasi global Perang Dingin dan pergulatan internal bangsa. (mg)
• Rangkuman Pelajaran Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Materi Kelas 11 SMA
Tags
Rangkuman Materi Sejarah
demokrasi
Masa Demokrasi Terpimpin
perekonomian pada masa Demokrasi Terpimpin
Berita Populer
| Cek Tiket dan Jadwal KRL Jogja Solo dan KA Prameks Hari Jumat 15 Mei 2026 |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca DIY Esok Hari Jumat 15 Mei 2026: Potensi Hujan Ringan hingga Sedang |
|
|---|
| Dilema Perajin Tempe di Sleman: Harga Bahan Baku Melejit, Omzet Kian Terjepit |
|
|---|
| Long Weekend Peringatan Kenaikan Yesus Kristus, 14 Ribu Penumpang KA Turun di Stasiun Yogyakarta |
|
|---|
| LKBH UNIMMA Dampingi Korban Begal Bokong di Polresta Magelang, Dorong Korban Lain Berani Melapor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Materi-Sejarah-SMA.jpg)