UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Raih Peringkat Pertama PTKIN 2026 Versi Webometrics
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berhasil menempati peringkat pertama perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) se-Indonesia
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Yoseph Hary W
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN- Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali menorehkan prestasi awal tahun 2026.
Setelah mencatatkan skor tertinggi Science and Technology Index (SINTA), UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berhasil menempati peringkat pertama perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) se-Indonesia dalam pemeringkatan Webometrics.
Webometrics merupakan sistem pemeringkatan perguruan tinggi dunia yang menilai institusi berdasarkan visibilitas web, keterbukaan akses ilmiah, serta dampak publikasi riset.
Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Noorhaidi Hasan mengatakan capaian tersebut adalah hasil dari kerja kolektif civitas akademika dalam memperkuat kualitas riset, publikasi ilmiah, dan visibilitas institusi di ruang digital.
"Capaian ini merupakan buah dari konsistensi penguatan riset, publikasi ilmiah, serta keterbukaan akses pengetahuan yang terus kami dorong," katanya melalui keterangan tertulis, Senin (12/1/2026).
"Setelah peringkat pertama SINTA PTKIN, posisi teratas Webometrics ini menjadi penanda bahwa transformasi akademik dan digital yang kami lakukan berada pada jalur yang tepat,” sambungnya.
Capaian tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan institusi, tetapi juga menjadi tanggung jawab untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi agar berdampak luas bagi masyarakat.
"Ini merefleksikan konsistensi UIN Sunan Kalijaga dalam meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi melalui penguatan riset, publikasi ilmiah, dan tata kelola institusi sebagai basis kontribusi akademik yang berkelanjutan bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan pembangunan masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama, Prof. Sahiron menyebut keberhasilan PTKIN dalam pemeringkatan nasional sebagai indikasi kemajuan signifikan.
Prestasi ini menunjukkan PTKIN semakin kompetitif, bahkan jika dibandingkan dengan perguruan tinggi umum.
“PTKIN terus berkembang dan makin kompetitif. Berdasarkan rilis terbaru Webometrics, ada tujuh PTKIN yang berhasil masuk 100 besar nasional,” ungkapnya.
Ia menambahkan penguatan riset dan publikasi ilmiah akan terus menjadi fokus utama ke depan.
“Kami akan terus melakukan penguatan, terutama pada riset dan publikasi hasil penelitian pada jurnal nasional maupun internasional,” pungkasnya. (maw)
| Sejarah Geger Sapehi 1812 : Meriam-meriam Inggris Tembus Benteng Lor Wetan Keraton Yogyakarta |
|
|---|
| PSIM Yogyakarta Kalah, Van Gastel: Ajaib, Kami Lebih Baik tapi Sepak Bola Kadang Tidak Adil |
|
|---|
| PSIM Yogyakarta Tumbang Dramatis, Gol Menit Akhir PSM Makassar Hancurkan Harapan Laskar Mataram |
|
|---|
| Tiba-tiba Api Menyala di Kolong Jembatan Gondolayu, Nyaris Merembet ke Bangunan, Damkar Turun Tangan |
|
|---|
| WFH ASN Mulai Berlaku, Dosen UGM Sebut Berpotensi Mengurangi Produktivitas Kerja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/UIN-Sunan-Kalijaga-Yogyakarta-Raih-Peringkat-Pertama-PTKIN-2026-Versi-Webometrics.jpg)