UGM Kembangkan MOL Probiotik dari Limbah Rumen RPH, Efektif Kurangi Bau dan Amonia

im peneliti dari Laboratorium Teknologi Kulit, Hasil Ikutan dan Limbah Peternakan Fakultas Peternakan (Fapet) UGM mengembangkan

Tayang:
Tribunjogja.com/IST
LIMBAH RUMEN: Tim peneliti Fakultas Peternakan UGM memamerkan produk Mikroorganisme Lokal berbahan dasar cairan rumen dari RPH dalam Fapet Menyapa, Jumat (28/11/2025). 

 

Ringkasan Berita:
  • Tim peneliti Fakultas Peternakan UGM mengembangkan MOL probiotik berbahan limbah rumen RPH.
 
  • Produk ini ramah lingkungan, efektif menurunkan amonia, dan berpotensi menjadi bioaktivator unggulan untuk pengelolaan limbah peternakan

 

TRIBUNJOGJA.COM – Tim peneliti dari Laboratorium Teknologi Kulit, Hasil Ikutan dan Limbah Peternakan Fakultas Peternakan (Fapet) UGM mengembangkan produk Mikroorganisme Lokal (MOL) probiotik berbahan dasar limbah cairan rumen dari Rumah Potong Hewan (RPH).

Penelitian ini juga melibatkan mahasiswa S1 dan S2.

Kepala Laboratorium, Dr. Ir. Mohammad Zainal Abidin, S.Pt., M.Biotech., IPM., menjelaskan bahwa limbah rumen masih mengandung bakteri baik atau probiotik yang melimpah, namun belum dimanfaatkan optimal.

Proses Fermentasi

Dengan proses fermentasi selama empat minggu menggunakan campuran molases sebagai sumber karbon (C) dan cairan ampas tahu sebagai sumber nitrogen (N), tim peneliti berhasil mengisolasi serta mengembangbiakkan kultur probiotik tersebut.

Hasil penelitian menunjukkan MOL probiotik mampu bertahan dalam berbagai kondisi lingkungan:

  • Medium ammonium sulfat 5 persen
  • Berbagai tingkat pH (4, 7, 9)
  • Suhu berbeda (20–40°C)

Mikroorganisme Lokal juga menunjukkan aktivitas proteolitik dan tidak ditemukan pertumbuhan bakteri patogen (coliform), sehingga dinilai aman dan efektif sebagai agen biologi.

Aplikasi pada Limbah Peternakan

Aplikasi MOL pada limbah ekskreta ayam layer menghasilkan penurunan kadar amonia hingga 4.165,32 ppm. 

Hal ini membuktikan potensi besar MOL untuk pengolahan limbah peternakan secara berkelanjutan.

“Produk MOL ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga membantu peternak mengurangi bau dan kandungan amonia pada limbah,” ujar Zainal.

Potensi Bioaktivator Unggulan

Peneliti lainnya, Ir. Viagian Pastawan, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPP, menambahkan MOL probiotik dari limbah rumen berpeluang menjadi bioaktivator unggulan untuk mendukung pengelolaan limbah ternak secara efisien, murah, dan ramah lingkungan.

Fakultas Peternakan UGM berkomitmen mendorong peternakan hijau dan berkelanjutan melalui inovasi berbasis bioteknologi. 

“Kami berharap hasil penelitian ini bisa terus dikembangkan hingga siap diterapkan secara luas di masyarakat,” imbuhnya. (maw) 

Mahasiswa Sumbar di Jogja Galang Dana untuk Korban Banjir dan Longsor

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved