Belajar Angka Romawi: Sejarah, Aturan Dasar dan Contoh Penulisan

Angka Romawi digunakan oleh bangsa Romawi kuno dengan memanfaatkan huruf I, V, X, L, C, D, dan M untuk mewakili angka, sistem penomoran ini mulai

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Pexels
Ilustrasi jam yang menggunakan angka romawi (Pexels) 

TRIBUNJOGJA.COM- Pasti Anda pernah melihat angka I, II, III, IV pada jam dinding klasik atau melihat penulisan acara yang menggunakan angka Romawi seperti PORDA XVII? 

Itu bukan sekadar simbol unik, melainkan bagian dari warisan kuno yang dikenal sebagai angka Romawi.

Meski sudah berusia ribuan tahun, sistem penomoran ini masih eksis dan dipakai hingga sekarang.

Menariknya, angka Romawi bukan hanya sekadar cara menghitung, tetapi juga mencerminkan sejarah panjang peradaban, budaya, hingga ilmu pengetahuan.

Artikel ini akan mengulas sejarah angka romawi, penggunaan angka, dan aturan penulisan angka romawi

Sejarah Angka Romawi

Mengutip dari Que Math, angka Romawi digunakan oleh bangsa Romawi kuno dengan memanfaatkan huruf I, V, X, L, C, D, dan M untuk mewakili angka.

Sistem penomoran ini mulai berkembang sekitar tahun 1000 Masehi dan diadaptasi dari bangsa Etruscan.

Ada juga pendapat lain yang menyebutkan bahwa angka Romawi berakar dari goresan tongkat penggembala di wilayah Dalmasia dan Italia yang digunakan hingga abad ke-19 untuk menghitung ternak.

Menurut Live Science, penggunaan awal simbol angka Romawi diperkirakan muncul antara tahun 900 dan 800 SM.

Dimana sistem ini lahir berawal atas kebutuhan metode penghitungan umum, yang penting bagi komunikasi dan perdagangan.

Simbol-simbolnya berasal dari representasi tubuh, seperti garis tunggal I mewakili satu jari, huruf V menyerupai bentuk ibu jari dan telunjuk, sementara X melambangkan dua tangan atau dua V yang saling bertemu.

Seiring berjalannya waktu, angka Romawi digantikan oleh sistem angka Arab (Hindu-Arab) yang lebih praktis karena memiliki angka nol.

Angka nol sangat penting dalam perkembangan matematika tingkat tinggi, sehingga sistem Romawi dianggap kurang efisien.

Penggunaan Angka Romawi di Masa Kini

Merangkum dari berbagai sumber, meskipun sudah tergeser oleh angka Arab, angka Romawi masih memiliki peran dalam kehidupan modern. 

Contohnya pada penamaan raja atau paus, seperti Ratu Elizabeth II atau Paus Yohanes Paulus II.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved