Polemik Impor Kendaraan Operasional Kopdes Merah Putih dari India

PT Isuzu Astra Motor Indonesia akhirnya buka suara menanggapi pernyataan PT Agrinas Pangan Nusantara soal keterbatasan produsen lokal dalam memenuhi

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Kompas.com
Mahindra memasok 35.000 unit pikap Scorpio 

 

Ringkasan Berita:PT Isuzu Astra Motor Indonesia menegaskan tetap mendukung program Koperasi Desa Merah Putih dengan suplai 900 unit truk ELF NMR, meski Agrinas menilai kapasitas produsen lokal terbatas. Polemik ini menyoroti perbedaan pandangan soal harga, karoseri, dan waktu produksi, hingga keputusan Agrinas mengimpor 105.000 unit kendaraan dari India.

 

Tribunjogja.com -- PT Isuzu Astra Motor Indonesia akhirnya buka suara menanggapi pernyataan PT Agrinas Pangan Nusantara soal keterbatasan produsen lokal dalam memenuhi kebutuhan kendaraan operasional program Koperasi Desa Merah Putih.

Business Strategy Division Head Isuzu, Rian Erlangga, menegaskan pihaknya tidak pernah menolak program strategis nasional tersebut, dilansir Tribunjogja.com dari laman kompas, Kamis (26/2/2026).

Hambatan bukan karena ketidakmampuan, melainkan kebutuhan waktu produksi yang lebih panjang. 

Isuzu ikut dalam proses pengadaan dan menyepakati suplai 900 unit Isuzu ELF NMR, truk ringan 6 ban untuk distribusi dan logistik.

Direktur Utama Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, membenarkan kesepakatan melalui diler resmi Isuzu, PT Armada Autotara. 

Namun, ia menilai jumlah 900 unit relatif kecil karena kesepakatan terjadi di tahap akhir. 

Menurutnya, suplai karoseri lokal sudah penuh sehingga Isuzu tidak bisa menambah kapasitas.

Efek Domino Koperasi Merah Putih di DIY: Dana Desa Direalokasi 60 Persen, Pembangunan Fisik Melambat

Agrinas menegaskan keputusan impor 105.000 unit pikap dan truk dari India bukan diambil tanpa membuka peluang bagi produsen lokal. 

Sebelum itu, mereka mengundang pabrikan Jepang dan China untuk tender, termasuk Daihatsu Gran Max, Suzuki Carry, Mitsubishi Fuso, Hino, Isuzu, dan Foton. 

Namun, negosiasi harga dan kapasitas pasokan tidak mencapai titik temu.

Joao menyebut harga pikap lokal hampir setara dengan pikap 4x4 impor, padahal pembelian dilakukan dalam jumlah besar. 

Ia menilai tidak ada perlakuan harga khusus untuk pembelian masif.

Untuk segmen truk ringan, kapasitas produksi lokal hanya 45.000 unit: Mitsubishi Fuso 20.600, Foton Aumark 13.500, Hino 10.000, dan Isuzu 900. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved