Mobil Matic Mogok di Jalan Jangan Ditarik, Ini Risiko yang Mengintai
Kekeliruan saat evakuasi mobil matic yang mogok di jalan justru dapat memicu kerusakan lanjutan dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Penulis: Santo Ari | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kendaraan bertransmisi otomatis alias matic semakin mendominasi jalan raya, terutama di kota besar dengan lalu lintas padat.
Namun di balik kemudahan yang ditawarkan, masih banyak pengendara yang belum memahami prosedur penanganan yang tepat ketika mobil matic mengalami gangguan di jalan.
Kekeliruan saat evakuasi justru dapat memicu kerusakan lanjutan dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Dalam sejumlah kasus, mobil matic yang mogok masih ditarik menggunakan tali atau kendaraan lain.
Cara ini dinilai berisiko, terutama ketika mesin dalam kondisi mati.
Pada mobil bertransmisi otomatis, roda yang tetap berputar saat ditarik dapat berdampak pada gearbox, torque converter, hingga sistem pelumasan transmisi.
Situasi menjadi lebih rawan ketika kendaraan berhenti di bahu jalan, akses masuk, atau keluar tol yang memiliki arus lalu lintas cepat.
Mobil yang terlalu lama berada di titik tersebut berpotensi memicu tabrakan beruntun, terlebih saat malam hari atau hujan dengan jarak pandang terbatas.
Baca juga: Geger Pajak Opsen Kendaraan di Jateng, Pelaku Usaha Jual Beli Mobil Tunggu Dampak
Menurut Ardyanto Alam, CEO Garasi.id, proses evakuasi kendaraan di area berisiko harus mengedepankan aspek keselamatan.
“Mobil matic yang mogok tidak boleh ditarik sembarangan. Cara paling aman adalah menggunakan towing gendong agar roda tidak berputar dan komponen transmisi tetap terlindungi,” ujarnya.
Metode towing gendong membuat seluruh roda kendaraan terangkat sehingga tidak terjadi perputaran pada sistem transmisi.
Cara ini dinilai lebih aman untuk mencegah kerusakan tambahan sekaligus mempercepat pemindahan kendaraan ke lokasi yang lebih aman.
Ardyanto juga menekankan pentingnya edukasi bagi pemilik kendaraan matic agar tidak mengambil keputusan tergesa saat panik.
“Banyak kasus kerusakan transmisi justru terjadi setelah mobil ditangani dengan cara yang salah. Evakuasi yang tepat sejak awal bisa mencegah biaya perbaikan yang jauh lebih besar,” jelasnya.
Selain memahami metode evakuasi, pengendara juga perlu mengenali gejala awal gangguan transmisi, seperti perpindahan gigi yang terasa tersendat, muncul getaran tidak wajar, atau indikator transmisi menyala di panel instrumen.
Jika tanda tersebut muncul, kendaraan sebaiknya tidak dipaksakan melaju.
Pemahaman mengenai prosedur penanganan darurat menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan di jalan.
Pada mobil matic, langkah evakuasi yang tepat bukan hanya soal melindungi komponen kendaraan, tetapi juga meminimalkan risiko bagi pengguna jalan lain. (*)
| Disnaker Sleman Fasilitasi Mediasi Buruh dan Manajemen PT MTG |
|
|---|
| 379 Buruh PT MTG Terancam Di-PHK Akhir April Ini, Ditawari Pesangon 0,5 Kali dari Ketentuan |
|
|---|
| Kawasaki W175 ABS dan W175 Street Tawarkan Desain Klasik dan Fitur Modern |
|
|---|
| Viral Demo Buruh di Bantul Mogok Kerja karena THR Dicicil, PT Dong Young Tress Indonesia Buka Suara |
|
|---|
| 300-an Karyawan di Bantul Mogok Kerja Gegara THR Dicicil, PT Dong Young Tress Indonesia Buka Suara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Trasmisi-mobil-matic.jpg)