300 Kios dan Lapak di Pasar Wonogiri Ludes Terbakar

Pasar terbesar di Kota Wonogiri hangus terbakar dilalap si jago merah. Kobaran api diduga muncul dari lantai dua pasar tersebut sekitar pukul 01.30 WI

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti
API MENYALA. Kebakaran Pasar Wonogiri pada Senin (6/10/2025). Proses pemadaman masih berlangsung. 

Para pedagang berupaya menyelamatkan barang dagangan yang masih bisa dijangkau.

Sebagian besar lagi hanya bisa pasrah menatap kios dan dagangan mereka habis terbakar tanpa sisa.

"Semua habis, nggak sempat nyelametin," kata seorang pedagang dengan mata berkaca-kaca.

Di antara puing-puing yang hangus, mereka berdiri, menatap abu sisa perjuangan yang dilalap si jago merah.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, kebakaran itu menghanguskan 300 kios yang berada di lantai 2 dan 3.

Pemadam Kebakaran (Damkar) hingga saat ini masih berjibaku memadamkan api di pasar yang berada di pusat Kota Wonogiri tersebut.

Koordinator Lapangan (Korlap) Damkar Wonogiri, Sriyanto mengatakan, kebakaran tersebut sudah mencapai 80 persen.

Hanya kios bagian depan yang tersisa, sedangkan lebih kurang 300 kios di lantai 2 dan 3 ludes dilalap api.

"Rata-rata kios kelontong dan tengkulak," kata Sriyanto kepada TribunSolo.om, Senin.

Proses pemadaman sendiri melibatkan 12 unit mobil Damkar dan 8 mobil tangki dari Solo Raya.

Dugaan sementara, penyebab kebakaran karena korsleting listrik.

"Titik api dari lantai 2," imbuhnya.

Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno saat meninjau kebakaran di Pasar Kota Wonogiri menyatakan, pihaknya masih berfokus pada upaya pemadaman.

Baru setelahnya akan mencarikan solusi untuk para pedagang yang kiosnya hangus terbakar.

"Langkah yang dilakukan, fokus pemadaman dan segera kita lakukan rapat untuk memberikan solusi teman-teman pedagang agar bisa segera melakukan aktivitas perdagangan agar ekonomi tetap berjalan," terangnya.

Setyo menambahkan, api cepat menjalar lantaran terdapat banyak barang yang mudah terbakar.

"Ini masih belum padam, karena komoditas di dalam seperti kain, plastic," urainya. (*)

Artikel ini sudah tayang di Tribun Solo.

Sumber: Tribun Solo
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved