Waspadai Cuaca Ekstrem! Bibit Siklon Tropis 99S Muncul Setelah Siklon Narelle
Setelah Narelle menjauh, bibit siklon 99S terpantau di Samudra Hindia, memengaruhi pola angin dan potensi hujan di Indonesia.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM - Setelah siklon tropis Narelle bergerak menjauh dari wilayah Indonesia menuju Australia bagian selatan, kondisi cuaca di kawasan sempat relatif mereda.
Namun belum lama berselang, kini terpantau kemunculan bibit siklon tropis baru, yakni 99S, di wilayah barat daya Samudra Hindia.
Bibit siklon tropis 99S di wilayah barat daya Samudra Hindia saat ini terdeteksi sekitar 527 KM dari tenggara Diego Garcia.
Dilansir dari Zoom.earth pada Selasa (31/3), Gangguan bibit siklon tropis 99S masih lemah dengan kecepatan angin berkelanjutan ~35–45 km/jam dan peluang berkembang menjadi siklon tropis dalam 24–48 jam mendatang adalah rendah.
Mayoritas model meteorologi (GFS, ECMWF, ICON) secara konsisten memprediksi bibit siklon 99S bergerak perlahan ke arah selatan atau barat daya menjauhi Indonesia.
Pergerakan arah yang menjauhi Indonesia ini juga dikonfirmasi dalam artikel organisasi prakiraan cuaca, Pdc.org, yang terbit pada Minggu (29/3).
Pada 31 Maret 2026 pukul 22:00 WIB, bibit siklon tropis 99S terpantau memiliki tekanan minimum ~1006 hPa (hektopascal) yang mengindikasikan adanya pusat tekanan rendah lemah di permukaan laut.
Meski risiko secara langsung relatif kecil, keberadaan sistem tekanan rendah ini dapat memperkuat gradien tekanan di wilayah selatan Indonesia.
Kondisi tersebut turut menarik massa udara basah dari perairan hangat di sekitarnya.
Hal ini kemudian meningkatkan suplai uap air ke atmosfer, terutama di wilayah tengah hingga timur Indonesia.
Akibatnya, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dapat meningkat di sejumlah wilayah.
Selain itu, terdapat peluang angin kencang dan gelombang tinggi di perairan selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.
Kondisi ini juga sejalan dengan penjelasan resmi BMKG yang menyebutkan bahwa gangguan siklon tropis di selatan Indonesia dapat memicu pemusatan massa udara basah di atas laut selatan Indonesia.
Baca juga: Siklon Narelle Picu Hujan Lebat di DIY, Waspada hingga 30 Maret
(MG Fadhlullah Ramadhan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20260331-Bibit-Siklon-Tropis-99S.jpg)