Tiga OTT KPK Selama Bulan Ramadan, Terbaru Bupati Cilacap

Selama bulan ramadan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah melaksanakan operasi tangkap tangan (OTT) sebanyak tiga kali.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
cilacapkab.go.id
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman 

TRIBUNJOGJA.COM, CILACAP – Selama bulan ramadan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah melaksanakan operasi tangkap tangan (OTT) sebanyak tiga kali.

Ketiganya yakni OTT terhadap Bupati Pekalongan Fadia A Rafiq, Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari dan yang terbaru adalah Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman.

OTT terhadap Syamsul Auliya Rachman ini dilakukan oleh KPK pada Jumat (13/3/2026) kemarin.

Total ada 27 orang yang diamankan dalam OTT tersebut.

Selain Syamsul Auliya Rachman, sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Cilacap turut diamankan oleh komisi antirasuah tersebut.

Dikutip dari Kompas.com, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan adanya OTT KPK tersebut.

Menurutnya, selain penyelenggara negara dan ASN, juga ada pihak swasta yang diamankan.

 “Dari penyelenggara negara, ASN, dan mungkin ada beberapa juga dari pihak swastanya,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, di Gedung Merah Putih, Jakarta, Jumat sore.

OTT KPK terhadap Bupati Cilacap ini diduga terkait dengan uang suap proyek-proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap.

Baca juga: Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong Tersandung Kasus Korupsi, Terjaring OTT KPK di Bengkulu

Selain mengamankan 27 orang, penyidik KPK juga menyita sejumlah uang sebagai barang bukti.

Seluruh pihak yang diamankan dalam OTT KPK ini kemudian digelandang ke Mapolresta Banyumas, Jawa Tengah untuk pemeriksaan awalan.

Syamsul bersama 26 orang lainnya tiba di Mapolresta sekitar pukul 16.50 WIB untuk menjalani pemeriksaan.

Sekitar pukul 17.15 WIB, terlihat sejumlah pejabat dinas yang turut diperiksa, antara lain Sekda Cilacap Sadmoko Danardono, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Buddy Haryanto, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Heru Kurniawan.

Tampak juga Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Oktrivianto Subekti, serta Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Ichlas Riyanto.

Namun, belum diketahui status mereka dalam operasi tangkap tangan tersebut.

Pemeriksaan di Mapolresta Banyumas selesai sekitar pukul 21.12 WIB.

Setelah itu, Syamsul dan pihak lain yang diamankan langsung dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan oleh penyidik KPK.

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved