7 Tips Memilih Durian Manis Legit dan Berdaging Tebal
Musim durian tiba! Ini 7 tips memilih durian manis, legit, dan berdaging tebal agar tidak salah pilih saat membeli.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Ringkasan Berita:
- Aroma, bentuk, dan kondisi fisik durian menjadi indikator utama untuk menilai kematangan dan kualitas daging durian.
- Tangkai, duri, serta suara saat diketuk dapat membantu memastikan durian matang alami dan berdaging tebal.
- Memilih penjual terpercaya dengan sistem garansi dapat mengurangi risiko membeli durian mentah atau berkualitas rendah.
TRIBUNJOGJA.COM - Memasuki musim durian, pemandangan penjual durian di pinggir jalan hingga lapak khusus durian semakin mudah ditemui.
Beragam jenis durian, mulai dari lokal hingga kiriman dari luar daerah, ditawarkan dengan harga dan kualitas yang beragam.
Di tengah melimpahnya pilihan, tidak sedikit pembeli yang masih bingung menentukan durian yang benar-benar manis, matang sempurna, dan memiliki daging tebal.
Kesalahan memilih bisa membuat pembeli kecewa karena durian terasa hambar, daging tipis, atau bahkan masih mentah.
Agar tidak salah pilih, ada beberapa ciri penting yang bisa diperhatikan sebelum membeli.
Mulai dari aroma, bentuk buah, hingga kondisi tangkai, semua bisa menjadi penentu kualitas durian.
Berikut tips memilih durian yang matang, manis, legit, dan berdaging tebal saat musim durian.
1. Cium Aromanya
Durian yang matang biasanya memiliki aroma yang cukup kuat dan khas, bahkan bisa tercium meski kulit masih tertutup rapat.
Aroma ini menjadi salah satu indikator paling awal untuk menilai tingkat kematangan durian.
Dekatkan durian ke indra penciuman.
Jika aromanya masih sangat samar atau hampir tidak tercium, besar kemungkinan durian tersebut belum matang sempurna.
Durian matang akan mengeluarkan wangi manis yang tajam dan natural.
Namun, hindari durian dengan aroma yang terlalu menusuk tidak wajar atau terkesan seperti bau bahan kimia.
Aroma seperti ini bisa menandakan durian dipercepat matangnya menggunakan obat, yang berpotensi memengaruhi rasa dan kualitas daging.
2. Pilih Bentuk yang Bulat
Durian dengan bentuk bulat dan simetris umumnya memiliki daging yang lebih tebal dibandingkan durian yang lonjong atau memanjang.
Bentuk bulat menandakan ruang dalam buah lebih optimal untuk perkembangan daging.
Sebaliknya, durian yang terlalu lonjong cenderung memiliki porsi kulit lebih banyak dibandingkan daging.
Hal ini membuat jumlah daging yang bisa dinikmati menjadi lebih sedikit.
Selain itu, durian dengan berat sekitar 1–2 kilogram biasanya memiliki tingkat kematangan yang lebih merata.
Ukuran ini sering dianggap ideal karena dagingnya matang lebih konsisten dibandingkan durian berukuran sangat besar.
Baca juga: Manfaat Durian untuk Kesehatan, Si “Raja Buah” yang Kaya Nutrisi
3. Periksa Kulit dan Bagian Bawah Durian
Hindari memilih durian yang bagian bawahnya sudah terbuka atau retak lebar.
Kondisi ini menandakan durian sudah terlalu lama terpapar udara, yang bisa memengaruhi rasa dan tekstur daging.
Durian yang sudah tercampur udara dalam waktu lama berisiko mengalami perubahan rasa, menjadi kurang segar, atau bahkan asam.
Kondisi ini tentu akan mengurangi kenikmatan saat dikonsumsi.
Perhatikan juga warna kulit.
Kulit durian yang baik biasanya berwarna hijau kekuningan atau kecokelatan.
Warna ini lebih baik dibandingkan kulit yang terlalu hijau atau terlalu gelap, yang bisa menandakan durian belum matang atau sudah terlalu lama disimpan.
4. Cek Tangkai
Durian yang matang alami biasanya jatuh sendiri dari pohon.
Ciri ini bisa dilihat dari kondisi tangkai yang tidak rata atau terlihat bekas patahan alami.
Jika tangkai terlihat terlalu halus dan rapi, ada kemungkinan durian dipetik sebelum matang sempurna.
Durian yang dipetik cenderung memiliki rasa yang kurang maksimal dibandingkan durian jatuh alami.
Pilih tangkai yang berwarna hijau kecokelatan, tebal, dan masih terlihat lembap atau segar.
Kondisi ini menandakan durian belum terlalu lama dipanen dan masih dalam kondisi baik.
5. Perhatikan Duri
Duri durian juga bisa menjadi petunjuk kualitas daging.
Duri yang jaraknya renggang dan ujungnya cenderung tumpul biasanya menandakan daging yang lebih tebal.
Sebaliknya, duri yang sangat rapat dan panjang sering dikaitkan dengan daging yang lebih sedikit.
Hal ini karena ruang dalam buah lebih banyak diisi oleh kulit.
Selain itu, duri yang terasa kuat dan tajam menandakan durian matang dengan baik.
Hindari durian dengan duri yang terlalu lunak karena bisa menandakan buah sudah terlalu lama disimpan.
6. Tes Suara Durian
Durian yang matang biasanya akan menghasilkan suara bergema saat diketuk perlahan.
Suara ini menandakan ruang dalam buah terisi daging yang matang dan tidak padat oleh kulit.
Jika suara yang dihasilkan terdengar keras atau padat, bisa jadi durian tersebut masih mentah atau dagingnya belum berkembang sempurna.
Suara yang terlalu kosong juga bisa menandakan kualitas yang kurang baik.
Selain diketuk, durian juga bisa diguncang perlahan.
Jika terdengar sedikit suara “geser” di dalam, hal ini bisa menandakan daging yang tebal dan sudah mulai terlepas dari kulit.
7. Pilih Penjual yang Amanah
Memilih penjual yang terpercaya juga menjadi faktor penting.
Beberapa penjual durian memberikan garansi tukar jika durian ternyata mentah atau rasanya tidak sesuai.
Penjual yang baik biasanya juga tidak keberatan memberikan sedikit tester untuk memastikan rasa sebelum membeli.
Hal ini menunjukkan kepercayaan diri terhadap kualitas durian yang dijual.
Dengan memilih penjual yang amanah, risiko mendapatkan durian yang mengecewakan bisa diminimalkan.
Selain itu, pembeli juga merasa lebih tenang karena ada jaminan jika kualitas tidak sesuai. (MG Agit Aida Musfiroh)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/daging-durian.jpg)