20 Puisi Pendek tentang Pagi, Cocok Dibaca untuk Memulai Hari
Mencari bacaan ringan di pagi hari? Berikut 20 puisi pendek bertema pagi yang menenangkan dan cocok dibaca sebelum beraktivitas.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Udara pagi mengingatkan,
bahwa hidup terus berjalan.
Dengan cara yang sederhana,
namun berarti.
Pagi tidak pernah sama,
meski datang setiap hari.
Selalu ada cerita baru,
untuk dijalani.
Cahaya pagi jatuh di lantai,
seperti doa yang tenang.
Menguatkan langkah,
sebelum hari menjadi panjang.
Pagi adalah awal,
tempat niat disusun ulang.
Agar hari berjalan,
tanpa terlalu banyak beban.
Mentari naik perlahan,
seperti keberanian kecil.
Yang tumbuh sedikit demi sedikit,
di dalam diri.
Pagi tidak menjanjikan mudah,
namun memberi kesempatan.
Untuk mencoba lagi,
tanpa takut gagal.
Udara pagi mengisi paru-paru,
mengosongkan lelah kemarin.
Hari ini dimulai,
dengan hati yang lebih ringan.
Pagi hadir tanpa suara,
namun membawa makna.
Bahwa setiap hari,
layak untuk diusahakan.
Cahaya pagi menembus awan,
seperti harapan yang sabar.
Tidak tergesa,
namun pasti.
Pagi bukan tentang cepat,
melainkan tentang siap.
Siap menjalani hari,
apa pun ceritanya.
Pagi membuka jendela,
angin masuk perlahan.
Hari dimulai,
tanpa perlu banyak rencana.
Mentari belum sempurna,
namun cukup untuk berjalan.
Hari ini dimulai,
dengan keyakinan kecil.
Pagi mengajarkan ikhlas,
melepas kemarin yang berat.
Lalu melangkah,
dengan hati lebih lapang.
Cahaya pagi singgah sebentar,
menyentuh wajah yang lelah.
Seolah berkata,
hari ini masih bisa diusahakan.
Pagi tidak menjanjikan mudah,
namun memberi ruang.
Untuk mencoba lagi,
dengan cara yang lebih tenang. (MG Agit Aida Musfiroh)
Baca juga: Butuh Mood Booster? Ini 15 Soundtrack Film Penyemangat Pagi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Puisi-Ketenangan.jpg)