Panduan Skincare Sehari-hari: Langkah Dasar yang Tidak Boleh Terlewat
setiap tahapan skincare memiliki fungsi ilmiah yang saling berkaitan dan tidak dapat urutkan secara sembarangan.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa formulasi tabir surya yang tepat dapat memberikan perlindungan optimal tanpa memperburuk permasalahan kulit tertentu.
Seperti jerawat, kulit berminyak, maupun kulit kering, asal digunakan sesuai kebutuhannya.
Hal ini menegaskan bahwa tahapan protecting dapat disesuaikan dengan kebutuhan kulit, sehingga semakin memperkuat posisinya sebagai bagian penting dan juga dasar dalam perawatan kulit.
Untuk Acne prone skin bisa menggunakan tabir surya dengan SPF 35.
Sebuah studi tahun 2023 di Journal of Cosmetic Dermatology menyoroti bahwa tabir surya dengan SPF 35 dapat secara signifikan meningkatkan hasil untuk kulit yang rentan jerawat.
Dengan mencegah kerusakan UV, mengurangi inflamasi, dan mengatur produksi sebum.
Sementara untuk kulit berminyak, tabir surya berbasis gel atau air direkomendasikan untuk menghindari penyumbatan pori-pori.
Sementara kulit kering dapat menggunakan tabir surya dengan formulasi berbasis krim yang memberikan hidrasi sekaligus melindungi dari kerusakan akibat UV.
4. Exfoliating
Exfoliating adalah tahap perawatan kulit yang bertujuan mengangkat sel-sel kulit mati yang menumpuk di permukaan kulit agar proses regenerasi kulit berjalan lebih optimal.
Tahap ini membantu memperbaiki tekstur kulit, membuat kulit tampak lebih cerah, serta meningkatkan efektivitas produk skincare yang digunakan setelahnya.
Secara biologis, kulit manusia mengalami proses pergantian sel secara alami setiap kurang lebih 28 hari.
Namun, pada kondisi tertentu seperti paparan polusi, penuaan, atau perawatan kulit yang kurang tepat, sel kulit mati tidak dapat terlepas sempurna dan akhirnya menumpuk di lapisan terluar kulit.
Penumpukan ini dapat menyebabkan kulit tampak kusam, pori-pori tersumbat, bahkan memicu munculnya jerawat.
Secara umum, exfoliating terbagi menjadi dua jenis, yaitu physical exfoliation dan chemical exfoliation.
Physical exfoliation menggunakan butiran atau alat tertentu untuk mengangkat sel kulit mati.
Contoh produknya adalah exfoliating pad dan peeling gel.
Sedangkan chemical exfoliation menggunakan bahan kimia seperti AHA, BHA, atau PHA yang bekerja melepaskan sel kulit mati.
Contoh produknya adalah toner dan serum exfoliate.
Exfoliasi dapat dilakukan 1–2 kali dalam seminggu tergantung pada jenis dan kondisi kulit.
Jika dilakukan terlalu sering atau dengan produk yang terlalu keras, exfoliating justru dapat merusak skin barrier dan menyebabkan iritasi. (MG/FatimahZahra)
| 7 Rekomendasi Lip Tint Lokal Bagus dan Murah, Pelajar Friendly |
|
|---|
| Review 3 Masker Clay Stick Glad2Glow yang Praktis dan Efektif |
|
|---|
| 3 Rekomendasi Cushion Glow Finish Kualitas Juara untuk Tampilan Kulit Sehat |
|
|---|
| Rekomendasi Powder Blush On yang Dilengkapi Puff, Praktis dan Siap Pakai |
|
|---|
| 3 Blush On Stick Multifungsi yang Praktis dan Cocok untuk Daily Makeup. |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Langkah-Skincare-Malam.jpg)