Mengupas Eywa: Great Mother Na’vi dalam Semesta Avatar

Sejak Avatar (2009) hingga Avatar: Fire and Ash, Eywa kian menjadi pusat cerita Pandora. Siapakah sebenarnya sosok Eywa?

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
youtube.com/avatar
Kiri dalam Avatar: Fire and Ash (youtube.com/avatar) 

Ringkasan Berita:
  • Sejak Avatar (2009) hingga Avatar: Fire and Ash, peran Eywa semakin terasa sentral dan kompleks
  • Bagi suku Na’vi, Eywa bukan sekadar dewa yang dipuja lewat doa, Ia adalah sumber kehidupan.
  • James Cameron sendiri menegaskan konsep ini dalam berbagai wawancara. Ia menyebut Eywa sebagai planetary neural network dan global biological intelligence. 

 

TRIBUNJOGJA - Bagi suku Na’vi, Eywa bukan sekadar dewa yang dipuja lewat doa. Ia adalah sumber kehidupan, penjaga keseimbangan, sekaligus kesadaran hidup Pandora itu sendiri.

Sejak Avatar (2009) hingga Avatar: Fire and Ash, peran Eywa semakin terasa sentral dan kompleks—berada di antara sains, spiritualitas, dan ekologi.

Di Avatar: Fire and Ash, peran Eywa berkembang lebih jauh. Film ini juga menunjukkan konflik internal Na’vi. Mangkwan Clan (Ash People) tidak percaya Eywa karena merasa sang Great Mother gagal menyelamatkan mereka dari bencana. Ini membuktikan bahwa kepercayaan terhadap Eywa tidaklah mutlak, bahkan di Pandora sendiri.

Lalu, siapa sebenarnya Eywa?

Baca juga: GAMEN Titan V: Keyboard Mekanik Ringkas, Harga Murah, Tahan 50 Juta Kali Tekan

Eywa Bukan Dewa dalam Arti Manusia

Dalam kepercayaan Na’vi, Eywa sering disebut sebagai Great Mother atau All-Mother. Namun, Eywa tidak digambarkan sebagai sosok individual yang berkuasa dari langit, seperti dewa dalam mitologi manusia.

Pandora sendiri adalah “tubuh” Eywa. Seluruh tumbuhan, hewan, dan makhluk hidup terhubung dalam satu sistem biologis raksasa. Artinya, Eywa bukan penguasa Pandora melainkan Pandora itu sendiri.

Inilah yang membuat konsep Eywa terasa unik, ia adalah alam yang hidup dan sadar.

Pandora Terhubung dalam Satu Kesadaran

Akar-akar pohon di Pandora saling terhubung melalui jaringan biologis yang menyerupai sistem saraf. Jaringan ini memungkinkan:

  • Pertukaran energi
  • Penyimpanan memori
  • Komunikasi antarmakhluk

Karena itu, Eywa mampu menyimpan ingatan leluhur Na’vi di pohon-pohon suci seperti Tree of Souls dan Tree of Voices. Saat Na’vi “menghubungkan diri”, mereka tidak sekadar berdoa, mereka benar-benar berinteraksi dengan kesadaran planet.

Eywa adalah “Planetary Intelligence”

James Cameron sendiri menegaskan konsep ini dalam berbagai wawancara. Ia menyebut Eywa sebagai planetary neural network dan global biological intelligence.

Artinya, Eywa adalah kecerdasan biologis skala planet, bukan makhluk individual seperti dewa mitologi manusia.

 Cameron sengaja menciptakan Eywa sebagai konsep ambigu, berada di antara sains dan spiritualitas agar penonton melihat hubungan alam dan kehidupan sebagai sesuatu yang saling terikat.

Hukum Eywa: Hidup Selaras dengan Alam

Dalam semesta Avatar, terdapat Three Laws of Eywa yang menegaskan filosofi hidup Na’vi:

  • Tidak menumpuk batu (tidak membangun peradaban permanen)
  • Tidak menggunakan roda
  • Tidak mengambil logam dari tanah

Aturan ini menekankan satu prinsip: jangan merusak keseimbangan Pandora. Teknologi berlebihan dianggap memutus hubungan dengan Eywa.

Eywa Bisa Menampakkan Diri

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved