5 Contoh Puisi Realisme Magis yang Menghipnotis
Gaya ini menghadirkan hal-hal ajaib atau supranatural di tengah kehidupan sehari-hari, tanpa harus dianggap aneh.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Langit retak di atas kota tua,
menumpahkan hujan tanpa suara.
Orang-orang berjalan dengan bayangan dua,
satu di bumi, satu di udara.
Seekor kucing melintas perlahan,
meninggalkan jejak di genangan cahaya.
Aku melihat namaku tenggelam di sana,
bersama wajah yang tak kukenal.
Jam di menara berhenti berdetak,
namun jarumnya terus bergerak.
Waktu berjalan hanya untuk yang hilang,
mereka yang tak sempat berpamitan.
Hujan pun reda tanpa sisa,
tapi aroma laut masih tersisa di udara.
Mungkin hari ini bukan hari nyata,
melainkan gema dari dunia sebelah.
3. Rumah di Atas Awan
Setiap malam aku pulang ke rumah,
yang berdiri di atas awan lembut.
Tangga menuju pintunya dari cahaya,
dan pintunya bernafas seperti manusia.
Di dalamnya, kursi bisa berbicara,
menanyakan kabar angin sore.
Dindingnya penuh dengan suara lampau,
tertulis di udara dengan tinta sunyi.
Aku makan bersama cahaya lilin,
yang bercerita tentang laut dan badai.
Ia bilang, dunia di bawah terlalu bising,
makanya rumah ini tak mau turun lagi.
Saat pagi tiba, rumah perlahan hilang,
menyisakan langit tanpa arah.
Dan aku pun turun ke bumi,
tanpa tahu siapa aku semalam.
Baca juga: 5 Contoh Puisi Akrostik Tentang Kerinduan pada Kekasih
4. Pasar Arwah
Di pasar itu, tak ada yang menawar,
semua harga ditulis dengan bisikan.
Pedagang menjual kenangan pahit,
dan pembeli membawa waktu yang rusak.
Seorang anak kecil menukar tawa,
dengan mimpi yang sudah retak.
Aku membeli sepotong senja tua,
warnanya pudar seperti janji manusia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/puisi-magis.jpg)