3 Puisi Joko Pinurbo tentang Kopi
Selain sebagai minuman penghangat, kopi juga menjadi inspirasi bagi karya sastra. Penyair Joko Pinurbo, salah satu maestro puisi Indonesia
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM - Tanggal 1 Oktober diperingati sebagai Hari Kopi Internasional.
Melansir dari laman resmi International Coffee Organization (ICO), perayaan ini diikuti oleh 77 Negara Anggota ICO dan puluhan asosiasi kopi dari seluruh dunia.
Momentum ini bukan hanya soal menikmati secangkir kopi.
Tetapi juga mengingatkan dunia tentang peran penting jutaan petani kopi yang mata pencahariannya bergantung pada tanaman aromatik ini.
Di balik setiap cangkir kopi yang kita nikmati, ada kerja keras, ada perjalanan panjang dari kebun hingga meja, serta ada cerita manusia yang mengalir di dalamnya.
Puisi tentang Kopi Karya Joko Pinurbo
Selain sebagai minuman penghangat, kopi juga menjadi inspirasi bagi karya sastra.
Penyair Joko Pinurbo, salah satunya.
Terdapat beberapa karyanya yang menghadirkan kopi sebagai bahannya, berikut beberapa puisinya.
- Surat Kopi
Lima menit menjelang minum kopi,
aku ingat pesanmu: "Kurang atau lebih, setiap rezeki perlu dirayakan dengan secangkir kopi."
Mungkin karena itu empat cangkir kopi sehari
bisa menjauhkan kepala dari bunuh diri.
Kau punya bermacam-macam kopi
dan kau pernah bertanya: "Kau mau pilih kopi yang mana?" Aku menjawab: "Aku pilih kopimu."
Di mataku telah lahir mata kopi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kopi-gula-aren.jpg)