Concealer vs Color Corrector, Sering Tertukar Tapi Punya Fungsi Berbeda
Dalam dunia rias wajah, concealer dan corrector sering dianggap sebagai produk yang sama karena keduanya berfungsi untuk menutupi ketidaksempurnaan
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Setelah warna kulit tampak lebih seimbang, barulah concealer digunakan di atasnya untuk menyamakan keseluruhan tampilan.
Tips pemakaian:
- Gunakan jumlah sangat kecil karena pigmentasinya tinggi.
- Ratakan tipis sebelum menimpa dengan concealer agar tidak tampak tebal.
- Pilih tekstur cair atau creamy untuk hasil yang lebih mudah dibaurkan.
3. Urutan Pemakaian yang Tepat
Langkah penggunaan yang benar sangat memengaruhi hasil akhir. Urutan yang direkomendasikan adalah:
- Skincare dan primer untuk menyiapkan permukaan kulit.
- Foundation untuk menyamakan warna dasar kulit.
- Corrector di area yang memiliki warna kuat seperti kemerahan atau lingkar hitam.
- Concealer di atas corrector untuk memberikan hasil akhir yang merata dan halus.
- Setting powder untuk mengunci agar produk tidak bergeser.
Dengan urutan ini, hasil riasan akan lebih tahan lama dan tampak profesional tanpa efek “cakey” atau lapisan tebal.
4. Kesalahan Umum yang Sering Terjadi
Banyak orang keliru menggunakan concealer untuk menutupi semua perbedaan warna kulit, padahal untuk area dengan warna terlalu kontras (misalnya bawah mata gelap atau bekas jerawat kemerahan), concealer saja tidak cukup.
Tanpa corrector, hasilnya bisa abu-abu atau tidak natural.
Sebaliknya, penggunaan corrector tanpa menimpanya dengan concealer bisa membuat warna kulit terlihat aneh atau tidak menyatu.
Karena itu, keseimbangan keduanya menjadi kunci tampilan riasan yang sempurna.
(MG. Nadya Shalihah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Concealer-vs-Color-Corrector.jpg)