Doa Menghindari Rasa Malas, Amalan Agar Hidup Lebih Produktif

Dalam Islam, sifat malas adalah bagian dari godaan setan yang harus dijauhi. Untuk itu, Rasulullah SAW mengajarkan doa khusus agar terhindar

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Net
Foto seorang wanita yang sedang malas untuk mengerjakan pekerjaannya (Net) 

TRIBUNJOGJA.COM- Malas adalah salah satu sifat yang sangat dibenci oleh Allah SWT.

Rasa malas bisa membuat seseorang lalai dalam beribadah, enggan bekerja, hingga menghambat tercapainya kebaikan dalam hidup.

Dalam Islam, sifat malas disebut sebagai bagian dari godaan setan yang harus dijauhi.

Untuk itu, Rasulullah SAW mengajarkan doa khusus agar kita terhindar dari rasa malas dan mendapatkan perlindungan dari Allah SWT

Doa Menghindari Rasa Malas yang Diajarkan Rasulullah SAW

Doa ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. Rasulullah SAW sering membacanya untuk meminta perlindungan dari berbagai hal buruk, termasuk sifat malas.

Berikut doanya:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

Latin: Allāhumma innī a‘ūdzu bika minal-hammi wal-ḥazan, wa a‘ūdzu bika minal-‘ajzi wal-kasal, wa a‘ūdzu bika minal-jubni wal-bukhl, wa a‘ūdzu bika min ghalabatid-dayni wa qahrir-rijāl.

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa cemas dan sedih, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kikir, serta aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan tekanan manusia.“ (HR. Bukhari & Muslim).

Doa ini mencakup banyak hal, tidak hanya memohon perlindungan dari rasa malas, tetapi juga dari kelemahan fisik dan mental, kesedihan, dan jeratan utang.

Dengan mengamalkannya secara rutin, seseorang dapat menjadi lebih kuat dan bersemangat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Doa Ketika Sakit untuk Memohon Kesembuhan: Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Ayat Al-Qur’an tentang Bahaya Malas dan Lalai

Allah SWT memperingatkan dalam Al-Qur’an bahwa orang yang lalai dan tidak mau berusaha termasuk orang yang menzalimi diri sendiri.

Salah satunya terdapat dalam firman Allah pada Q.S An-Nisa ayat 97:

إِنَّ ٱلَّذِينَ تَوَفَّىٰهُمُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ ظَالِمِىٓ أَنفُسِهِمْ قَالُوا۟ فِيمَ كُنتُمْ ۖ قَالُوا۟ كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِى ٱلْأَرْضِ ۚ قَالُوٓا۟ أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ ٱللَّهِ وَٰسِعَةً فَتُهَاجِرُوا۟ فِيهَا ۚ فَأُو۟لَٰٓئِكَ مَأْوَىٰهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَسَآءَتْ مَصِيرًا

Latin: Innallażīna tawaffāhumul-malā`ikatu ẓālimī anfusihim qālụ fīma kuntum, qālụ kunnā mustaḍ'afīna fil-arḍ, qālū a lam takun arḍullāhi wāsi'atan fa tuhājirụ fīhā, fa ulā`ika ma`wāhum jahannam, wa sā`at maṣīrā

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved