5 Tradisi Unik Peringatan Maulid Nabi di Beberapa Daerah di Indonesia

Tradisi-tradisi unik memperingati Maulid Nabi di berbagai daerah di Nusantara, yang menjadi bukti nyata bahwa Islam hidup dengan budaya lokal

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri
Ilustrasi Budaya Grebeg Maulud Keraton Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM- Indonesia, dengan keragaman budaya yang begitu kaya, menampilkan cara-cara unik dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Tradisi-tradisi ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga cerminan perpaduan harmonis antara ajaran Islam dan kearifan lokal.

Setiap daerah memiliki tradisi khas yang diwariskan turun-temurun, sarat akan makna filosofis dan nilai-nilai sosial.

Berikut adalah tujuh tradisi unik memperingati Maulid Nabi di berbagai daerah di Nusantara, yang menjadi bukti nyata bahwa Islam dapat hidup berdampingan dengan budaya lokal.

1. Tradisi Grebeg Maulud di Yogyakarta

Budaya Grebeg Maulud Keraton Yogyakarta. (ilustrasi)
Budaya Grebeg Maulud Keraton Yogyakarta. (ilustrasi) (tribunjogja/hasan sakri ghozali)

Salah satu tradisi paling terkenal dalam memperingati Maulid Nabi adalah Grebeg Maulud yang dilaksanakan di Yogyakarta.

Kata grebeg berasal dari istilah Jawa gumrebeg yang berarti keramaian atau perayaan.

Tradisi ini bermula sejak abad ke-15, dipelopori oleh Sunan Kalijaga dan Raden Patah dari Kerajaan Demak sebagai sarana dakwah Islam.

Grebeg Maulud ditandai dengan keluarnya Sultan beserta para abdi dalem dari keraton menuju Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta 

Masyarakat akan berbondong-bondong mengikuti prosesi tersebut.

Puncaknya adalah pembagian gunungan, yakni hasil bumi yang disusun bernama gunungan.

Gunungan ini dipercaya membawa berkah sehingga masyarakat berebut untuk mendapatkannya.

Tradisi ini bukan sekadar perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW, melainkan juga simbol perpaduan Islam dan budaya Jawa.

Nilai-nilai seperti gotong royong, rukun, unggah-ungguh, dan penghormatan kepada leluhur tampak kuat dalam pelaksanaannya.

Hingga kini, Grebeg Maulud tetap menjadi daya tarik budaya sekaligus wisata religi di Yogyakarta.

 2. Tradisi Masak Kuah Beulangong di Aceh

 

Belasan kuali yang digunakan untuk memasak kuah Beulangong yang merupakan adat istiadat setempat dalam memeriahkan Maulid Nabi (Serambi News/Asnawi Luwi)


Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Gampong Lampaseh Krueng Bagikan 17 Kuah Beulangong ke Masyarakat, https://aceh.tribunnews.com/2022/01/09/gampong-lampaseh-krueng-bagikan-17-kuah-beulangong-ke-masyarakat.
Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Ansari Hasyim
Belasan kuali yang digunakan untuk memasak kuah Beulangong yang merupakan adat istiadat setempat dalam memeriahkan Maulid Nabi (Serambi News/Asnawi Luwi)
Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved