Ini Ancaman Iran jika Israel Serang Lebanon

Iran mengancam akan mengerahkan seluruh sekutunya untuk menyerang Israel jika Benjamin Netanyahu menyerang Lebanon.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM
Kelompok Hizbullah di Lebanon dilaporkan akan menggunakan rudal buatan Rusia dan Iran untuk menjatuhkan jet tempur Israel. 

TRIBUNJOGJA.COM, TEHERAN - Iran mengancam akan mengerahkan seluruh sekutunya untuk menyerang Israel jika Benjamin Netanyahu menyerang Lebanon.

Ancaman itu merupakan respon dari kebijakan Israel dimana negara itu sudah menyetujui upaya penyerangan terhadap Hizbullah dan Lebanon.

Iran mengeluarkan ancaman itu melalui sebuah komentar yang diunggah pada Sabtu (29/6/2024) lalu.

Dalam statmennya, Iran menegaskan "semua Front Perlawanan", sebuah kelompok yang terdiri dari Iran dan sekutu regionalnya, akan menghadapi Israel apabila negara itu menyerang Lebanon.

Iran dan Israel sendiri sebelumnya sudah terlibat saling serang beberapa waktu yang lalu.

Dalam sebuah posting di platform media sosial X, misi Iran menyatakan mereka menganggap propaganda Israel tentang niat untuk menyerang Lebanon sebagai perang psikologis.

"(Namuin) Jika rezim Zionis memulai agresi militer skala penuh, perang yang melenyapkan akan terjadi. Semua opsi, termasuk keterlibatan penuh semua Front Perlawanan, ada di atas meja," jelas mereka, dikutip dari Kompas.com yang melansir pemberitaan AFP.

Baca juga: AS Tak Bisa Bantu Israel Lagi, Waswas Iran Ikut Perang Jika Zionis Serang Hizbullah

Kelompok yang menjadi sekutu Iran yakni Hizbullah sendiri terus menerus menyerang wilayah Israel Utara.

Serangan rudal dan drone tersebut merupakan bentuk solidaritas terhadap Palestina yang dibombardir oleh Israel.

Tak hanya Hizbullah, Houthi yang selama ini didukung oleh Iran juga menyerang kapal-kapal yang berlayar di Laut Merah.

Republik Islam ini tidak mengakui Israel sejak revolusi 1979 yang menggulingkan Syah Iran yang didukung Amerika Serikat.

Kekhawatiran akan perang regional juga meningkat pada April, setelah sebuah serangan udara yang meratakan konsulat Iran di Damaskus dan menewaskan tujuh Garda Revolusi, dua di antaranya adalah jenderal.  

Iran membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang belum pernah terjadi sebelumnya ke Israel pada tanggal 13-14 April. 

Media Pemerintah Iran lalu melaporkan ledakan di provinsi tengah Isfahan ketika media AS mengutip pejabat AS yang mengatakan bahwa Israel telah melakukan serangan balasan terhadap musuh bebuyutannya. (*)

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved