Berita Jogja Hari Ini
Mengenali Diri Jadi Kunci Bangun Personal Branding
Membangun personal branding memang bukan perkara mudah. Namun hal itu bisa dilakukan dengan melihat kelebihan dan kekurangan diri.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Membangun personal branding memang bukan perkara mudah. Namun hal itu bisa dilakukan dengan melihat kelebihan dan kekurangan diri.
Hal itu disampaikan oleh putri bungsu Sri Sultan Hamengku Buwono X sekaligus Ketua Badan Promosi Pariwisata DIY, GKR Bendara.
Baca juga: Antisipasi Inflasi, Asosiasi Champion Cabai Bagikan Ribuan Bibit Cabai di Magelang
Ia mengatakan perempuan harus memiliki personal branding sendiri. Sebab perempuan juga memiliki kehidupan sendiri, terlepas dari peran suami. Untuk membangun personal branding, perempuan harus jujur pada diri sendiri dan mengenali diri.
“Kita harus mendalami hal yang kita senangi, sehingga kita harus jujur dengan diri sendiri, sukanya apa. Sehingga kita juga harus tahu kekurangan dan kelebihannya apa. Kalau sudah tahu kekurangannya, kelebihannya, sukanya apa, lalu didalami, digali terus,” katanya.
GKR Bendara menyebut memang masih banyak perempuan yang belum mengetahui value diri. Ia pun mengajak perempuan untuk mulai menulis cita-citanya. Dari tulisan-tulisan tersebut, perempuan akan termotivasi untuk merealisasikan cita-citanya.
Menurut dia, citra diri bukan dari perhiasan atau pakaian yang dikenakan. Namun dari kemampuan diri. Untuk itu, perempuan diajak untuk terus belajar dan menggali potensi diri.
“Sekarang kan literasi bisa diakses dimana saja, di internet banyak. Sehingga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas diri. Fokus pada sesuatu yang kita senangi, nantinya orang akan mengenal dengan sendirinya,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY, Erlina Hidayati Sumardi menerangkan ketika perempuan sudah memahami dan mengenal dirinya, maka secara otomatis akan menumbuhkan keberdayaan. Kepercayaan diri juga akan tumbuh.
“Dalam kelompok produktif desa prima yang kami kembangkan, ini upaya agar perempuan memahami diri sendiri, hingga berguna bagi orang lain. Dan dalam satu kelompok itu menjadi tim supaya bisa maju bersama, saling mendukung, sehingga keberdayaannya bisa menular kemana-mana, lebih luas lagi,” terangnya.
Ia mengungkapkan kelompok produktif desa prima terdiri dari perempuan rentan. Tidak hanya dari keluarga miskin, ada keluarga yang ODGJ, eks lapas, dan lainnya. Menurut dia, kondisi tersebut tersebut jangan membuat perempuan menjadi malu dan rendah diri.
“Kami asah dan maju terus. Tidak melihat ke belakang, mundur,” sambungnya.
Erlina mengatakan kelompok produktif desa prima juga dibekali dengan kemampuan public speaking. Hal itu dilakukan dengan rapat rutin yang harus dipimpin secara bergilir. Sehingga seluruh anggota kelompok memiliki pengalaman berbicara dan memimpin.
Ia menambahkan kepercayan diri akan tumbuh secara perlahan. Namun yang utama adalah berani mencoba.
“Yang penting coba dulu. Kalau percobaan pertama masih belum percaya diri, coba lagi, nanti coba lagi, lama-lama akan terbiasa. Kritikan juga akan selalu muncul, tetapi itu jangan membuat mundur. Kalau memang kritikan itu bisa membangun, ya diterima saja dan memperbaiki diri,” imbuhnya. (maw)
| Tanggapan Warga Soal Wacana Pembatasan Kendaraan Bermotor di Jeron Beteng Keraton Yogyakarta |
|
|---|
| Hadapi Puncak Musim Penghujan, BPBD Kota Yogyakarta Pantau Sungai 24 Jam |
|
|---|
| Tepati Janji! Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo Copot Seluruh Baliho Bermuatan Wajahnya |
|
|---|
| Mengapa Jembatan Pandansimo Berubah Nama Jadi Jembatan Kabanaran? Ini Sejarahnya |
|
|---|
| Operasi Zebra di Yogyakarta Mulai 17-30 November 2025, Pastikan Tidak Langgar 8 Hal Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/GKR-Bendara21624.jpg)