Berita Bisnis Terkini
Sepi, Okupansi Hotel di Sleman saat Ramadan Cuma 20 Persen
Tingkat keterisian kamar di bulan Ramadan ini rendah diduga karena banyak masyarakat yang enggan bepergian ke luar daerah.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Tingkat keterisian kamar atau okupansi hotel di Kabupaten Sleman di Bulan Ramadan ini sangat rendah.
Hanya sebesar 15 hingga 20 persen saja.
Anjloknya tingkat hunian kamar hotel ini dipengaruhi sejumlah faktor.
Di antaranya, bulan puasa yang bagi bisnis perhotelan merupakan masa low season.
Ditambah, adanya larangan bagi pejabat negara untuk menggelar buka bersama (bukber).
"Untuk okupansi di 10 hari ramadan ini masih sangat rendah. Masih mencapai 15 sampai 20 persen. Jadi tingkat hunian hotel masih sangat sepi dan belum maksimal sekali," kata Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sleman , Joko Paromo, Sabtu (1/4/2023).
Menurut dia, tingkat keterisian kamar di bulan Ramadan ini rendah karena banyak masyarakat yang enggan bepergian ke luar daerah.
Baca juga: Okupansi Anjlok Saat Ramadan, Hotel di DIY Beralih ke Paket Buka Puasa
Mungkin karena merasa tidak nyaman saat bepergian wisata dalam keadaan berpuasa sehingga kamar hotel menjadi sepi.
Kondisi tersebut diperparah dengan adanya larangan bagi pejabat negara untuk menggelar acara buka bersama.
Menurut dia, larangan tersebut ikut mempengaruhi anjloknya tingkat hunian hotel.
Sebab, sasaran bisnis saat ini kebanyakan bersumber dari Pemerintah.
Ia sendiri mengaku belum sepenuhnya paham mengenai larangan bagi pejabat negara tidak diperbolehkan buka bersama.
Apakah pejabat dilarang mengggelar bukber karena memakai uang negara atau meskipun menggunakan uang pribadi juga tetap dilarang.
"Itu untuk penjelasannya menurut saya belum ada. Jadi perlu ada penjelasannya lebih detil. Saya pikir kalau uang pribadi untuk bukber gak masalah," kata Joko.
Ia berharap sebelum lebaran nanti okupansi hotel bisa terkerek naik dengan adanya pemudik dan libur lebaran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/terdampak-pandemi-50-hotel-dan-restoran-di-di-yogyakarta-mati-sampai-jual-aset.jpg)