Berita DI Yogyakarta Hari Ini
DIY Dilanda Kemarau Basah, Dinkes DIY Minta Masyarakat Waspadai Penyakit Ini
Sepanjang musim kemarau basah ada risiko penyakit yang sangat rentan terjadi.
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Saat ini DI Yogyakarta sedang menghadapi puncak musim kemarau basah .
Oleh sebab itu masyarakat diminta mewaspadai terhadap berbagai masalah kesehatan yang timbul di musim tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY, Setyarini Hestu Lestari mengatakan, sepanjang musim kemarau basah ada risiko penyakit yang sangat rentan terjadi.
Penyakit ini umumnya terjadi saat musim hujan.
Satu di antaranya adalah penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Baca juga: DIY Memasuki Puncak Kemarau Basah, Potensi Bencana Kekeringan Tetap Perlu Diwaspadai
Sebab ketika hujan turun, ada banyak bermunculan genangan air tempat berkembangbiaknya nyamuk Aedes Aegypti pembawa virus dengue.
Karenanya, masyarakat diminta tetap melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk dengan melakukan 3M Plus karena hujan masih berpotensi terjadi di musim kemarau.
Adapun 3M Plus yang dimaksud adalah menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air, menutup rapat tempat-tempat penampungan air, hingga memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat berkembangbianknya nyamuk.
“Ketika ada virus dengue dalam tubuh seseorang kemudian ada nyamuk itu memungkinkan terjadinya penularan. Oleh karena itu ketika virusnya ada, nyamuknya ada maka harus meminimalisasi tempat perindukan nyamuk,” terang Rini, Minggu (14/8/2022).
Selain DBD, penyakit leptospirosis juga berpotensi terjadi di tengah musim kemarau basah.
Penyakit ini umumnya sering terjadi khususnya di musim penghujan atau di kawasan rawan banjir karena air tergenang merupakan sumber penularan penyakit ini.
"Memang kebanyakan penyakitnya bersumber dari binatang. Ada DBD, lepto (leptospirosis), dan chikungunya," tambahnya.
Baca juga: DIY Masuki Puncak Musim Kemarau Basah, Suhu Udara Dingin Diprediksi Menyelimuti Yogyakarta
Masyarakat pun diminta untuk senantiasa memperkuat ketahanan tubuh pada musim kemarau basah supaya tidak mudah sakit.
Sebab, selain disebabkan oleh virus yang dibawa hewan, terdapat pula berbagai jenis penyakit menular langsung yang bisa terjadi.
Rini mencontohkan penyakit diare dan influenza yang disebabkan infeksi bakteri atau virus. Penyakit ini biasanya lebih mudah menular di musim penghujan.
Selain itu terdapat pula penyakit gangguan pernapasan seperti ISPA atau infeksi saluran pernafasan akut, dan pneumonia.
"Perlu waspada juga penyakit menular langsung seperti diare, influenza, ISPA, pneumonia dan lainnya," katanya. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-cuaca-panas.jpg)