Berita DI Yogyakarta Hari Ini

DIY Memasuki Puncak Kemarau Basah, Potensi Bencana Kekeringan Tetap Perlu Diwaspadai

Hujan dengan intensitas sedang diprediksi tetap mengguyur wilayah DI Yogyakarta di tengah musim kemarau.

Tribunjogja.com
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - DI Yogyakarta mengalami puncak musim kemarau basah di bulan Agustus ini.

Artinya hujan dengan intensitas sedang diprediksi tetap mengguyur wilayah DI Yogyakarta di tengah musim kemarau.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) DIY, Biwara Yuswantana mengatakan, meski mengalami kemarau basah, bencana kekeringan masih berpotensi terjadi.

Namun menurut catatan pihaknya, jumlah wilayah yang meminta droping air bersih jauh menurun di tengah puncak kemarau.

Tercatat baru ada enam kapanewon di Gunungkidul yang melaporkan kekeringan, yakni di kapanewon Paliyan, Semin, Ponjong, Rongkop, Nglipar, dan Semanu.

Baca juga: DIY Masuki Puncak Musim Kemarau Basah, Suhu Udara Dingin Diprediksi Menyelimuti Yogyakarta

Sedangkan untuk Kabupaten Bantul dan Kulon Progo sama sekali belum melapor telah mengalami kekeringan.

"Pada akhir Juli kemarin ada droping di  Padukuhan Banombo, (Kapanewon) Rongkop, Gunungkidul. Tapi baru itu saja," terang Biwara, Minggu (14/8/2022).

Untuk mengantisipasi kekeringan, masyarakat disarankan untuk memanfaatkan sumber air yang ada secara efektif dan efisien serta memprioritaskan pemanfaatan sumber air yang tersedia untuk keperluan air baku untuk air bersih.

Selain itu juga dapat membuat dan memperbanyak resapan air dengan tidak menutup semua permukaan sehingga dapat dilakukan panen dan konservasi air.

"Permintaan (droping) memang berkurang, semoga basah terus kemaraunya," jelasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved