Itikaf Ramadan

Berikut Tata Cara Itikaf di Bulan Ramadan, Apa Saja Rukun dan Syaratnya ?

Berikut Tata Cara Itikaf di Bulan Ramadan, Apa Saja Rukun dan Syaratnya ?

Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Yudha Kristiawan
freepik
Ilustrasi - Ramadhan 1442 H 

TRIBUNJOGJA.COM - Disarikan dari berbagai sumber, i’tikaf ialah berhenti (diam) di dalam masjid dengan syarat-syarat tertentu, semata- mata diri berniat beribadah kepada Allah.

Sebelum melakukan i’tikaf, penting untuk memperhatikan syarat dan rukunnya.

Berikut ini syarat dan rukun I’tikaf :

Pertama, niat, dalam i’tikaf harus ada niat sehingga orang yang melakukannya paham apa yang harus dilakukan.

Bahkan jangan sampai melamun, dan pikiran kosong.

نويت الاعتكاف لله تعالي

“Nawaitul I’tikaf Lillahi Ta’ala”

Kedua, diam di dalam masjid dan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang tidak boleh dilakukan oleh orang yang sedang beri’tikaf.

Baca juga: Nabi Ibrahim Mengajarkan Doa Untuk Kedua Orang Tua Kepada Anak Anaknya, Berikut Doanya

Memasang lentera tradisional raksasa untuk merayakan awal bulan suci Ramadan di kamp al-Shati untuk para pengungsi Palestina
Memasang lentera tradisional raksasa untuk merayakan awal bulan suci Ramadan di kamp al-Shati untuk para pengungsi Palestina (Mohammed ABED / AFP)

Sebagaimana firman Allah SWT “…Tetapi, jangan kamu campuri mereka, ketika kamu beri’tikaf dalam masjid.” (QS Al-Baqarah: 187).

Orang yang melakukan i’tikaf harus muslim, berakal, suci dari hadas besar (ada pendapat yang mengatakan bahwa hadas kecil juga membatalkan i’tikaf), dan harus di masjid.

Sunnahan i’tikaf terdapat dalam beberapa hadis, di antaranya:

Pertama, Abdullah bin Umar berkata bahwa Rasulullah SAW i’tikaf sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” 
(HR Bukhari).

Kedua, ‘Aisyah berkata bahwa Rasulullah SAW melakukan i’tikaf sesudah tanggal dua puluh Ramadhan hingga beliau meninggal dunia. 
(HR Bukhari dan Muslim).

Baca juga: Amalkan Doa Sapu Jagat Sebelum Tidur, Doa Ini Untuk Kebaikan Dunia dan Akhirat

Masjid
Masjid (AFP)

Ketiga, Ubay bin Ka’ab dan Aisyah mengatakan bahwa Rasulullah beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, hinggal Allah menjemputnya (wafat). (HR. Bukhari Muslim).

Maksud dari beberapa hadis di atas bahwa tiap bulan Ramadhan akan berakhir, terutama sepuluh hari menjelang Ramadhan berakhir, Rasulullah SAW selalu i’tikaf di masjid.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved