Rusuh Pendukung Trump di Capitol, Biden : Ini Bukan Protes, Ini Pemberontakan!

Massa pendukung Donald Trump merangsek masuk ke Gedung Capitol dalam upaya untuk menjegal kemenangan Joe Biden sebagai Presiden AS.

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
Andrew Harnik / POOL / AFP
Presiden terpilih AS Joe Biden menyampaikan sambutan di Wilmington, Delaware, pada 7 November 2020, setelah dinyatakan sebagai pemenang pemilihan presiden AS. 

TRIBUNJOGJA.COM - Kerusuhan antara pendukung Donald Trump dan aparat keamanan pecah di Gedung Capitol, Washington DC pada Rabu (6/1/2021) waktu setempat.

Massa pendukung Donald Trump merangsek masuk ke Gedung Capitol dalam upaya untuk menjegal kemenangan Joe Biden sebagai Presiden AS.

Melihat situasi yang tak menentu, Amerika Serikat pun mengaktifkan Garda Nasional. Polisi juga memberlakukan jam malam mulai pukul 18.00 di seluruh Washington DC.

Massa pendukung Donald Trump menguasai Gedung Capitol untuk menggagalkan kemenangan Joe Biden, Rabu (6/1/2021)
Massa pendukung Donald Trump menguasai Gedung Capitol untuk menggagalkan kemenangan Joe Biden, Rabu (6/1/2021) (Strait Times)

Terkait hal itu, Presiden terpilih Joe Biden meminta Presiden Donald Trump untuk berbicara kepada publik untuk meredam kerusuhan.

Baca juga: Massa Pendukung Trump Rusuh di Gedung Capitol, Garda Nasional AS Diaktifkan

"Saya meminta Presiden Trump untuk tampil di televisi nasional sekarang, untuk memenuhi sumpahnya dan membela Konstitusi dan menuntut diakhirinya pengepungan ini," kata Biden.

"Ini bukan protes - ini pemberontakan," kata Biden.

Dia mengutuk apa yang terjadi di Capitol dan menyebut mereka yang menyerbu gedung itu sebagai "ekstremis" yang tidak mewakili Amerika.

“Pada jam ini, demokrasi kita berada di bawah serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, tidak seperti apa pun yang pernah kita lihat di zaman modern. Serangan ke benteng kebebasan, Capitol itu sendiri,”

Baca juga: Presiden Donald Trump Ajak Pendukungnya Demo Besar-besaran pada 6 Januari

“Ini tidak layak, ini kekacauan. Itu berbatasan dengan hasutan, dan itu harus diakhiri. Sekarang juga,” katanya.

Sekelompok pengunjuk rasa pro-Trump mengibarkan Bendera Amerika raksasa di halaman Barat Gedung Capitol pada 6 Januari 2021 di Washington, DC. Massa pro-Trump menyerbu Capitol sebelumnya, memecahkan jendela dan bentrok dengan petugas polisi.
Sekelompok pengunjuk rasa pro-Trump mengibarkan Bendera Amerika raksasa di halaman Barat Gedung Capitol pada 6 Januari 2021 di Washington, DC. Massa pro-Trump menyerbu Capitol sebelumnya, memecahkan jendela dan bentrok dengan petugas polisi. (Jon Cherry/Getty Images/AFP)

Tak lama kemudian, Trump merilis video berdurasi satu menit di Twitter, meminta pendukungnya untuk "pulang." Namun, presiden memulai pesan videonya dengan mengulangi klaim yang tidak berdasar bahwa pemilu itu "dicuri".

Twitter pun telah menghapus tweet itu lantaran klaim Trump dinilai palsu dan bisa memicu kekerasan. Facebook dan YouTube juga menghapus video itu dari platform mereka, mengatakan bahwa mereka terus membuat klaim tak berdasar bahwa pemilu itu curang.

Guy Rosen, wakil presiden integritas Facebook, mengatakan dalam sebuah tweet bahwa perusahaan media sosial tersebut telah menghapus video tersebut karena "dengan keseimbangan kami yakin video itu berkontribusi alih-alih mengurangi risiko kekerasan yang sedang berlangsung."

“Kami menghadapi pemilu yang curang," demikian kalimat pembuka Trump sebelum ia meminta para pendukungnya untuk pulang.

Foto yang dirilis Gedung Putih menunjukkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bekerja dari Presidential Suite di Walter Reed National Military Medical Center, Bethesda, AS, 3 Oktober 2020, setelah dinyatakan positif Covid-19.
Foto yang dirilis Gedung Putih menunjukkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bekerja dari Presidential Suite di Walter Reed National Military Medical Center, Bethesda, AS, 3 Oktober 2020, setelah dinyatakan positif Covid-19. (THE WHITE HOUSE/JOYCE N BOGHOSIAN via AP)

Komentarnya menyusul pelanggaran keamanan Kongres yang belum pernah terjadi sebelumnya ketika ratusan pendukung Trump menyerbu Capitol, memaksa penguncian daerah itu karena Kongres sedang dalam proses mengesahkan kemenangan Biden.

Biden, yang berbicara kepada wartawan di Wilmington, Delaware, berkata, “Pekerjaan saat ini dan pekerjaan empat tahun ke depan haruslah pemulihan demokrasi, kesopanan, kehormatan, rasa hormat, supremasi hukum.

“Sederhana saja, kesopanan sederhana. Pembaruan politik itu tentang menyelesaikan masalah, saling memperhatikan, tidak menyulut api kebencian dan kekacauan, ”katanya. (*/VoA)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved