Update Corona di DI Yogyakarta
Kedhaton Kultrue Aksi Nyata Kampanye Daring di Masa Pandemi
Kampanye budaya bertajuk Kedhaton Kultrue tersebut bertujuan mengajak generasi muda untuk menolak lupa pada sejarah dan budaya lokal.
Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Universitas Atma Jaya Yogyakarta bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan DIY dan Barahmus (Badan Musyawarah Museum) setempat menggelar aksi kampanye secara daring dengan tema Gerakan Cinta Budaya Jogja, Jumat 29 Mei 2020 lalu.
Kampanye budaya bertajuk Kedhaton Kultrue tersebut bertujuan mengajak generasi muda untuk menolak lupa pada sejarah dan budaya lokal dengan berkunjung ke Museum Keraton Yogyakarta yang dilakukan melalui berbagai kanal media seperti Instagram dan Youtube.
Program Kampanye diusung oleh Calalocana Agency mewakili Universitas Atma Jaya Yogyakarta yang juga menjalin kerja sama dengan Duta Museum DIY untuk mendukung kampanye Kedhaton Kultrue.
• Galang Donasi Covid-19, Mahasiswa UAJY dan Museum Pangeran Diponegoro Gelar Lomba
Sesuai dengan namanya Kedhaton Kultrue merupakan gabungan dari kata “Kedhaton” yang bermakna Kerajaan/Keraton dan “Kultrue” yang merupakan gabungan dari kata Kultur=budaya dan true=benar.
Upaya ini memiliki misi membantu Keraton Yogyakarta untuk memberikan edukasi terhadap budaya asli Jogja yang selama ini dipersepsikan kurang tepat oleh sebagian besar masyarakat.
Satu di antaranya dengan mengangkat isu eksploitasi pada tradisi berpakaian adat masyarakat Jogja seperti pemakaian sanggul dan make up yang seharusnya digunakan bagi perempuan yang sudah menikah.
Selain itu, juga disuguhkan kebenaran informasi terkait dengan tradisi malam 1 Suro yang dipandang “klenik” oleh sebagian besar masyarakat Jogja serta informasi tentang makna bunga yang diletakkan di sudut ruangan Museum Keraton Yogyakarta.
"Saat ini sebenarnya kita sedih melihat anak atau remaja sudah disuruh menggunakan topi seperti pesiar, disanggul ada topi. Karena itu merupakan bentuk eksploitasi anak yang belum sepantasnya dipakai," kata Amiroel Pakoeningrat, Wakil Pimpinan Museum Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dalam keterangannya, Rabu (3/6/2020).
• BREAKING NEWS : Update Covid-19 DIY 3 Juni 2020, Dua Hari Berturut-turut Nihil Kasus Baru
"Anak seharusnya cukup menggunakan koncong dengan sabuk wala dan rambut cukup hanya diurai atau dikucir saja," sambungnya.
Bunga Chininta Putri Adhia, Managing Director Calalocana Agency mengatakan, pihaknya dalam Program kampanye Kedhaton Kultrue juga memproduksi podcast dan mendistribusikannya melalui IGTV Video @kedhatonkultrue serta platform streaming Spotify.
Menurutnya diperlukan media yang dapat menarik minat audiens agar pesan misi kampanye dapat disalurkan secara lebih luas.
Termasuk memanfaatkan trend podcast yang mulai diminati generasi muda saat ini.
"Video kreatif dan yang lain kami isi dengan konten ajakan untuk mengunjungi Museum Keraton Yogyakarta setelah pandemi Covid-19 berakhir, sehingga generasi muda kenal lebih dekat dengan kebudayaan mereka," urainya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kedhaton-kultrue-aksi-nyata-kampanye-daring-di-masa-pandemi.jpg)