Pendidikan

Galang Donasi Covid-19, Mahasiswa UAJY dan Museum Pangeran Diponegoro Gelar Lomba

Mahasiswa UAJY yang tergabung dalam Ngewangi Agency bersama Museum Pangeran Diponegoro Sasana Wiratama menggelar lomba cipta puisi dan lomba infografi

Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Ari Nugroho
Istimewa
Museum Pangeran Diponegoro Sasana Wiratama 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Mahasiswa UAJY yang tergabung dalam Ngewangi Agency bersama Museum Pangeran Diponegoro Sasana Wiratama menggelar lomba cipta puisi dan lomba infografik.

Lomba ini ditujukan untuk penggalangan donasi melalui biaya pendaftaran lomba secara sukarela sebagai bentuk kepedulian museum kepada masyarakat yang tengah menghadapi wabah covid-19.

Lomba ini diadakan berskala nasional dan terbuka untuk umum.

Pelaksanaan lomba dalam rangka kampanye 'Ingat Pahlawan, Jadi Pahlawan' ini mengangkat tema 'Sejarah Perjuangan Pangeran Diponegoro'

UAJY Berikan Bantuan ke Mahasiswa

Luh Tresna Ningsih selaku Ketua Pelaksana mengatakan tema yang diangkat merupakan upaya guna menegaskan pentingnya sejarah untuk selalu dipelajari dan diingat, baik dari sisi praktis maupun teoritis.

"Kegiatan ini dilatar belakangi dari keprihatinan akan kurangnya minat masyarakat khususnya generasi muda dalam mempelajari sejarah pahlawan Indonesia terdahulu," ujarnya Rabu (20/5/2020).

Kompetisi ini juga diharapkan menjadi kegiatan positif selama masa di rumah aja karena pandemi covid-19 mengajak masyarakat turut berperan menjadi pahlawan rumahan karena mau ikut berdonasi untuk masyarakat yang sedang berjuang melawan Covid-19 lewat biaya pendaftaran.

"Lomba ini dalam rangka mempertahankan eksistensi museum yang pada masa pandemi corona terpaksa tutup sementara. Supaya masyarakat pula tidak kehilangan keberadaan museum dan sejarah, sehingga cerita-cerita sejarah kepahlawanan dibawa ke kehidupan digital masyarakat, salah satunya dengan mengadakan perlombaan ini," katanya.

Reuni Lintas Fakultas dan Angkatan UAJY, Semua Berawal dari Group WA

Pemilihan lomba infografik dan cipta puisi ini dipilih untuk membuat peserta belajar kembali mengenai sejarah sebelum mereka menuangkan kreativitas mereka kedalam bentuk visual yakni infografik dan kata-kata yang indah melalui puisi.

Sehingga peserta tidak hanya mendapatkan penghargaan atas kreativitas yang mereka miliki, namun peserta juga dapat memahami secara mendalam sejarah perjuangan Pangeran Diponegoro.

"Salah satunya dengan menciptakan sebuah puisi sebagai bentuk apresiasi kita terhadap jasa dari pahlawan kita terdahulu," ujarnya kepada Tribunjogja.com

Peserta dengan karya infografik terbaik akan dipajang di Museum Pangeran Diponegoro Sasana Wiratama.

"Infografik ini sekaligus membantu pengunjung museum memahami sejarah Pangeran Diponegoro, karena bentuknya yang kaya akan visual yg menarik diharapkan ini akan jauh lebih mudah dipahami dibandingkan penjelasan dalam bentuk tulisan saja," kata dia.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved