Kota Yogyakarta

Belanja Souvenir di Malioboro Hingga ke Sentra Pembuatannya

Tidak sulit mendapatkan aneka cinderamata seperti kaos, gantungan kunci, lukisan, hiasan dinding, dan beragam bentuk kerajinan lain

Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJGJA.com
Ilustrasi Produk kerajinan 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Berwisata ke Kota Yogyakarta belum lengkap kalau belum memborong cinderamata atau souvenir khas Kota Gudeg ini.

Tidak sulit mendapatkan aneka cinderamata seperti kaos, gantungan kunci, lukisan, hiasan dinding, dan beragam bentuk kerajinan lain yang menyuguhkan ikon Yogya.

Wisatawan hanya perlu berkunjung ke one stop shopping milik Kota Yogyakarta, yakni Malioboro.

Masih banyak pedagang kaki lima (PKL) yang berjajar untuk menawarkan dagangan mereka, walaupun sedang dilakukan pengerjaan proyek revitalisasi Malioboro.

Pemburu cinderamata juga akan dimanjakan dengan hamparan cinderamata unik dan lucu yang membuat siapa saja jadi tak sabar untuk memborongnya.

Baca: Berburu Cinderamata ke Pasar Seni Kuta

Namun, belum banyak yang tahu bila sebenarnya untuk membeli cinderamata dalam jumlah besar bisa dilakukan di Pasar Beringharjo.

Wisatawan kadang hanya melihat tampilan luar Pasar Beringharjo yang identik dengan batik.

Padahal pasar tradisional di Kota Yogyakarta tersebut tidak hanya menjual batik, namun juga beragam cinderamata yang dikemas dalam partai kecil dan besar dan dijajakan dengan harga yang sangat terjangkau.

Seperti yang ada di Kios Cinderamata Aneka Cantik di Los 8 Pasar Beringharjo.

Pemiliknya, yakni Alfrens menuturkan bahwa ia menawarkan berbagai cinderamata mulai dari kalung etnik, kalung tembaga handmade, aneka miniatur mulai dari bentuk Tugu, Becak, Ontel, Kapal Pinisi, dompet bahan batik dan pandan.

"Ada juga aneka gantungan kunci. Harga jualnya mulai dari Rp 2 ribu sampai Rp 4 ribu per piece. Kalau yang paling diburu wisatawan biasanya gantungan kunci dan dompet batik," bebernya, Selasa (5/6/2018).

Baca: Kreatif, Pemuda Desa Muntuk Bantul Ini Olah Limbah Bambu Jadi Kerajinan Boneka Bernilai Ekonomis

Pria yang akrab disapa Bang Pen tersebut menuturkan, untuk dompet isi 5 buah dijual dengan harga Rp 15 ribu per item.

Penjualan cinderamata di kiosnya pun tidak hanya sampai di Kota Yogyakarta, sudah melanglang buana hingga Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, Jakarta, Bandung, Malang, dan Medan.

"Kami masih penjualan di kios. Belum merambah online," ucapnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved