Potensi Hujan Ringan Diperkirakan Hingga Akhir Februari

Dua hari terakhir wilayah DIY kembali diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Ari Nugroho
BMKG
Citra satelit BMKG DIY 

Laporan Reporter Tribun Jogja Yudha Kristiawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dua hari terakhir wilayah DIY kembali diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

Hasil pantauan dinamika atmosfer dan laut BMKG DIY menunjukkan, salah satu penyebab turunnya hujan karena suhu permukaan laut di selatan Jawa berkisar 28 hingga 30 derajat C.

Suhu tersebut termasuk kategori cukup hangat yang memberikan dampak asupan uap air di udara.

Selain itu, posisi matahari saat ini yang berada di selatan equatornya tepatnya di kisaran Pulau Jawa, berdampak pada suhu udara yg dirasakan cukup panas di siang hari.

Suhu maksimum di siang mencapai 30-32 C.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Yogyakarta, Djoko Budiyono, Senin (26/2/18).

Djoko menjelaskan, posisi matahari saat ini juga memberikan kontribusi bagi pembentukan awan awan hujan.

Baca: Hujan Es Sebesar Kepalan Tangan Dikabarkan Terjadi di Kota Madinah

"Analisa pola angin saat ini menunjukkan munculnya tekanan udara rendah (low pressure) di sebelah barat daya Jawa, telah menyebabkan terbentuknya pola angin konvergensi atau pertemuan angin terutama di sekitar Yogyakarta , kondisi ini bisa menyebabkan pertumbuhan awan," terang Djoko.

Lanjut Djoko, kondisi pola angin dan tekanan udara tersebut memberikan dampak cuaca berupa kondisi berawan hingga hujan di sebagian wilayah Yogyakarta.

Potensi munculnya hujan terutama diprediksi terjadi di bagian utara dan tengah Yogyakarta.

Hujan banyak terbentuk terutama di siang hingga sore hari.

Baca: Cuaca DIY Panas dan Gerah, Begini Penjelasan BMKG

Secara umum cuaca pagi di sebagian besar wilayah DIY berpotensi cerah hingga berawan di siang hari dan di malam hari berpotensi hujan.

"Secara umum prediksi cuaca melalui citra satelit menunjukkan bahwa musim Pancaroba diprediksi akan terjadi di bulan April. Masyarakat kami imbau untuk menjaga kewaspadaan terjadinya hujan yang disertai petir dan angin. Serta selalu menjaga kesehatan karna perubahan cuaca yg cukup signifikan," imbuh Djoko.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved