Wow . . . Pohon Mirip Sakura di Pinggiran Jalan Protokol Kota Magelang Mulai Berbunga
Bunga-bunga berwarna merah muda dan putih tersebut, menyerupai sakura yang mulai bermekaran.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Kota Magelang yang selama ini dikenal sebagai daerah sejuk, kini semakin tampak asri seiring mulai berbunganya pohon tabebuya di sejumlah titik, terutama di pinggiran jalan-jalan protokol kota sejuta bunga tersebut.
Pemandangan indah dan menyejukkan mata itu, salah satunya tersaji di depan kompleks Kantor Wali Kota Magelang, Jalan Sarwo Edhi Wibowo.
Bunga-bunga berwarna merah muda dan putih tersebut, menyerupai sakura yang mulai bermekaran.
Selain itu, bunga dengan nama latin chrysotricha itu, tampak pula di Jalan Pemuda, sebagian Jalan A Yani, dan Jalan Pahlawan.
Kemudian, pada tahun ini juga ditanam di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Tidar, Jalan S Parman dan Jalan Tentara Pelajar.
Baca: Bunga Amarilis - Ketekunan Sukadi Rawat Tanaman yang Dibenci Petani Berbuah Rupiah yang Melimpah
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang, Machbub Yani Arfian, mengatan bahwa bulan Oktober merupakan puncak bermekaran jenis tanaman berbunga ini.
Butuh waktu dua tahun, dari pertama ditanam hingga mampu menghasilkan bunga-bunga yang indah.
"Memang, jenis Tabebuya ini bunganya sangat indah. Tapi, punya kekurangan, karena berbunga hanya satu minggu saja dan langsung rontok, sehingga ini jadi momen yang sangat langka," katanya, MInggu (22/10/2017).
Ia melanjutkan, DLH Kota Magelang tahun ini menanam sebanyak 1.000 pohon Tabebuya di titik-titik tertentu.
Pohon tersebut, dipilih menjadi alternatif perindang.
Bukan tanpa sebab, selain bunganya indah, juga kontur akarnya tumbuh ke bawah.
"Sifat akarnya ini tunggang dan tumbuh ke dalam, jadi tidak mengganggu trotoar. Sebagian besar pohon perindang yang sudah berusia tua, kami ganti dengan jenis ini, dengan harapan tidak menimbulkan gelombang jalan," ungkapnya.
Machbub menambahkan, kekuatan dahan yang dimiliki pohon tebebuya juga dianggap lebih baik, ketimbang tanaman keras lainnya.
Walau begitu, perawatan dan pemeliharaan harus rutin dilakukan, apalagi jika sudah memasuki musim penghujan.
"Seperti sekarang ini, kami gencar kerahkan petugas untuk memantau dan melihat dahan-dahan pohon perindang. Jika keropos atau rentan patah, kami langsung lakukan perabasan," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pohon-tabebnuya-berbunga_20171022_183808.jpg)