Ini Bahayanya Polonium yang Telah Meracuni Mata-mata Rusia
Penyelidikan masih terus dilakukan di Inggris untuk menyingkap kasus ini.
Penulis: say | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM - Terbunuhnya mantan mata-mata Rusia, Alexander Litvinenko menjadi salah satu profil pembunuhan mengerikan di dekade ini.
Terlebih karena Litvinenko tewas setelah meminum teh yang diduga mengandung polonium-210.
Sampai saat ini, penyelidikan masih terus dilakukan di Inggris untuk menyingkap kasus ini.
Namun seperti apakah polonium dan bagaimana bahayanya? Simak ulasan yang dilansir www.iflsciene.com berikut ini.
Langka dan radioaktif
Polonium adalah unsur radioaktif yang terjadi secara alami dalam jumlah kecil (yang tidak berbahaya bagi kita). Itu ditemukan pada tahun 1898 oleh Marie Curie selama penelitiannya terhadap bijih uranium.
Bila melihat tabel periodik, kita akan menemukan polonium di bawah kelompok yang dipimpin oleh oksigen dan belerang. Ada sekitar 30 isotop yang berbeda dari polonium mulai massa atom 194-218, yang membedakan satu sama lain adalah jumlah neutron mereka.
Atom uranium perlahan membusuk menjadi atom lain dan akhirnya berakhir sebagai lead, tetapi polonium menjadi salah satu yang berhenti di jalan. Oleh karena peluruhan radioaktif ini, atom polonium terus-menerus terbentuk dan terurai sehingga elemen tidak alami menumpuk dalam jumlah yang signifikan.
Meskipun polonium-210 pertama kali diisolasi dari bijih uranium, tetapi saat ini dapat dilakukan dengan menembak atom dari bismut logam dengan neutron. Menurut seorang ahli yang bersaksi untuk penyelidikan Litvinenko, hanya satu tempat di dunia ini yang memiliki jalur produksi polonium, yakni sebuah fasilitas nuklir tertutup di Sarov, 500 mil tenggara Moskow.
Ahli tersebut mengatakan, sangat mungkin polonium yang digunakan dalam pembunuhan itu datang dari tempat tersebut.
Sangat beracun
Polonium adalah salah satu zat yang paling beracun. Beberapa sumber menyebutkan bila ini triliunan kali lebih beracun dibanding hidrogen sianida.
Penyebabnya karena radioaktif memancarkan partikel alpha (ion helium) yang sangat mudah diserap oleh bahan lainnya. Meskipun terserap lembaran tipis kertas atau hanya beberapa sentimeter di udara, polonium akan masuk ke dalam tubuh dan merusaknya.
Sebenarnya polonium berguna untuk kuas anti-statis karena dapat membuang muatan statis dari peralatan yang sensitif. Fakta bahwa partikel alpha yang begitu mudah diserap juga membuatnya sulit dideteksi oleh detektor radiasi seperti counter Geiger sehingga sangat mudah diselundupkan.
Bila polonium diketahui telah memasuki tubuh dengan segera, ada kesempatan mengeluarkannya dengan aspirasi lambung (mengisap isi perut) atau lavage (mencuci perut dengan air). Chelating agen kimia, jenis yang digunakan untuk mengobati keracunan logam berat, juga dapat menghapus polonium dari tubuh bila diberikan sangat cepat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/polonium_20160122_205049.jpg)