Waduh, Tujuh EWS Tsunami di Pesisir Gunungkidul Rusak
Tujuh alat deteksi dini atau early warning system (EWS) bencana tsunami yang dipasang di kawasan pesisir selatan Gunungkidul rusak.
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Tujuh alat deteksi dini atau early warning system (EWS) bencana tsunami bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dipasang di kawasan pesisir selatan Gunungkidul rusak.
Alat tersebut saat ini tidak semuanya berfungsi secara baik karena keropos terkena air laut.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Nugroho Wahyu Winarno mengatakan EWS bantuan dari BNPB sudah dipasang di tujuh titik yakni Pantai Ngrenehan, Kukup, Sepanjang, Drini, Sundak, Siung dan Wediombo sejak setahun lalu. Hanya saja, saat ini kondisinya sudah mulai mengalami kerusakan.
Beberapa bagian keropos sehingga menyebabkan peralatan pendukungnya rontok. Sementara dua alat lainnya hingga saat ini belum terkoneksi dengan link yang dimiliki oleh BPBD karena jaringannya tidak terjangkau.
“Rata-rata rusak ringan karena korosi air laut. Ada yang Toanya rontok,” katanya, Rabu (21/10/2015).
Dia menjelaskan, kerusakan EWS bencana tsunami ini sudah terjadi untuk yang kedua kalinya. Kerusakan yang pertama berhasil diperbaiki setelah BPBD mengajukan anggaran perbaikan ke pemerintah pusat.
Untuk kerusakan yang kedua ini, BPBD sudah melaporkannya ke provinsi maupun ke pusat. Hanya saja, hingga saat ini belum diperbaiki sehingga belum berfungsi sebagaimana mestinya.
“Tahun depan kita akan anggarkan melalui APBD sehingga bisa dilakukan perawatan,” ungkapnya.
Kebutuhan EWS bencana tsunami ini menurut Nugroho memang cukup vital karena wilayah Gunungkidul memiliki potensi kerawanan cukup tinggi.
Wilayah Gunungkidul sepanjang lebih kurang 81 kilometer berbatasan langsung dengan Samudera Hindia.
Hanya saja, saat ini jumlah EWS yang sudah dipasang jumlahnya terbatas, hanya tujuh buah. Itupun saat ini kondisinya sudah rusak semuanya.
Menurut Nugroho, idealnya, jumlah EWS yang dipasang sesuai dengan jumlah pantai yang saat ini dibuka untuk kepentingan pariwisata.
“Kalau soal ideal, seharusnya pantai-pantai yang wisatawannya ramai harus dilengkapi EWS,” ucapnya.
Sementara itu staf Seksi Kedaruratan BPBD DIY Enaryaka mengungkapkan, untuk menyiapkan diri dalam mengantisipasi terjadinya bencana tsunami, pemerintah sudah melaksanakan berbagai program.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/tsunami_1709_20150917_114714.jpg)