Barbekos, Situs Jual Beli Barang Bekas Anak Kos

Sekelompok Mahasiswa UGM berinisiatif menciptakan situs jual beli barang bekas kos khusus mahasiswa, atau Barbekos (Barang Bekas Kos).

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: oda
tribunjogja/rendikaferri
Esterliana, salah seorang tim barbekos yang beranggotakan lima orang memamerkan situs besutannya, Barbekos.com , di UGM, Minggu (4/10). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Namun, saat lulus dan hendak pindah kembali ke rumah, barang di kos mahasiswa tentunya tak akan dibawa pulang semuanya, karena terlalu banyak. Bingung, jika dibuang sayang, jika dibawa pulang kebanyakan.

Berawal dari permasalahan tersebut, sekelompok Mahasiswa UGM berinisiatif menciptakan situs jual beli barang bekas kos khusus mahasiswa, atau Barbekos (Barang Bekas Kos).

Disitu, barang bekas kos yang tadinya hanya dibuang atau dihibahkan, dapat dijual kembali.

Adalah, Esterlina Nainggolan, Rangga Ekaputra Banawa Dzaky Widya Putra, Muhammad Nury Nauha Naufal, Nurrachman Sukho Mahady, mahasiswa FEB, Teknik dan Kedokteran hewan berinisiatif menciptakan portal jual beli barang bekas kos khusus untuk mahasiswa.

Esterlina Nainggolan, salah seorang tim Barbekos, menuturkan, pada awalnya ia bersama rekan-rekannya menemui masalah ketika teman-teman kuliahnya yang berasal dari luar daerah seusai lulus dan hendak pindah, namun kesulitan membawa barang-barangnya.

Ia bercerita, di sisi lain banyak mahasiswa baru yang kebingungan mencari barang-barang untuk kebutuhan di kamar kosnya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, ia dan rekan-rekannya memutuskan untuk membuat suatu situs web jual beli khusus untuk barang bekas kos mahasiswa.

"Buat mahasiswa lama, rasanya bingun barang kosnya mau dibuang atau dihibahkan. Sedangkan mahasiswa baru, kebingungan cari barang kos," tutur Esterlina, Minggu (4/10/2015).

Pembuatan Barbekos tak memakan waktu yang lama, sebulan sejak September 2014, portal jual beli ini sudah dapat diluncurkan.

Cukup dengan bermodal domain, tim mengembangkan web serupa dengan situs niaga online, dengan biaya yang tak banyak.

"Hanya sebulan buatnya. Cukup modal domain, kami patungan membelinya. Selanjutnya mengembangkan web, dan menganalisis pasar yang ada di Yogya, ternyata cukup besar," ujar Esterliana.

Berkat ide cemerlangnya, tim Barbekos masuk ke dalam salah satu aplikasi inovatif dalam Innovative Academy 2014 silam. Disana, tim mendapatkan pelatihan dan gembelengan selama enam bulan untuk menyemprunakan Barbekos.

Hasilnya mengembirakan, respon masyarakat terutama mahasiswa begitu besar terhadap web Barbekos ini.

Kini, barang bekas kos yang tadinya hanya dibuang atau dihibahkan, kini dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah. Mahasiswa baru pun dapat mendapatkan barang kos yang masih bagus, dengan harga terjangkau.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved