Istri Menteri Kabinet Kerja Blusukan ke Pasar Beringharjo
Belasan ibu-ibu yang mayoritas berbaju putih tersebut adalah istri dari para menteri Kabinet Kerja
Penulis: Hamim Thohari | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Hamim Thohari
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Selasa (24/3/2015) siang, sekitar pukul 14.30, Ika Trisnawati (40) pemilik kios Kukka Craft yang terletak di Blok F 2 los 4 lantai 2 pasar Beringharjo tampak sibuk melayani rombongan Ibu-Ibu yang datang ke kios di mana dia berjualan beragam tas.
Belasan ibu-ibu yang mayoritas berbaju putih tersebut adalah istri dari para menteri Kabinet Kerja yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja. Ika merasa senang dengan kunjungan para istri tersebut dan tidak menyangka atas kunjungan tersebut.
"Ya senenglah, bisa dikunjungi istri menteri, apalagi langsung rombongan seperti ini. Tadi ada sekitar lima tas yang dibeli oleh para istri menteri," ujar pemilik kios yang menjaul beragam tas, seperti tas rajut, kulit, dan tas anyaman tersebut. Dari kelima tas yang dibeli tersebut kebanyakan tas berbahan kulit dengan kisaran harga Rp250 ribu hingga Rp450 ribu.
Bahkan isteri dari Menteri Koperasi dan UMKM, Bintang Puspa Yoga yang ikut dalam rombongan tersebut berencana akan memesan tas yang terbuat dari anyaman daun pandan sebanyak 1000 buah.
Bintang Puspa Yoga menyatakan, selain hanya sekedar berbelanja, kunjungan para isteri menteri ke Beringharjo tersebut untuk melihat dari dekat potensi ekonomi kerakyatan yang ada di pasar tradisional.
"Dengan langsung mendatangai masyarakat dan pelaku usaha kecil yang ada di daerah, kita bisa tahu kendala apa yang mereka hadapi," ungkap Bintang Puspa Yoga.
Lebih lanjut dia mengatakan, sudah saatnya masyarakat Indonesia termasuk para pejabat untuk menggunakan dan bangga atas produk dalam negeri. Khusus bagi para istri pejabat, dengan menggunakan beragam produk pengarajin dalam negeri hal tersebut mampu menjadi media promosi dan meningkatkan motivasi para pengusaha kecil dalam negeri.
"Sudah menjadi kewajiban kita untuk memiliki keberpihakan terhadap para pelaku usaha kecil dengan menggunakan produk mereka sekaligus mempromosikannya," ujarnya.
Bintang juga menambahkan, kementerian yang dipimpin oleh suaminya saat juga telah memiliki program yang memberikan kemudahan bagi para UMKM untuk mendaftarkan hak cipta karya mereka. Dengan hanya membawa foto dari produk yang dimiliki, para pelaku usaha hanya butuh waktu satu jam untuk mendaftarkan hak cipta, dan itupun gratis.
Sementara itu, istri Menko Perekonomian, Ratna Megawangi menyatakan produk kerajinan yang ada di Beringharjo, khususnya tas, tidak kalah dengan produk luar negeri. Istri dari Sofyan Djalil tersebut sempat membeli dua buah tas yang terbuat dari kulit.
"Saya ini beli tas kulit, bahannya halus tidak kalah dari kulit asal Italia, dan juga harganya murah. Tas yang langsung saya pakai ini hargannya Rp.1,2 juta, dan yang satunya tadi Rp.250 ribu," ujarnya. Untuk tas kulit yang harga Rp.250 ribu dia berikan kepada seorang buruh gendong yang membantu membawa barang belanjaannya.
Sementara itu, kunjungan para istri menteri ke Yogyakarta pada tanggal 24 dan 25 Maret tersebut dalam rangka rapat bulanan anggota OASE. Siti Faridah yang merupakan istri dari Menteri Sekretaris Negara (Pratikno), menyatakan kunjungan ke Yogyakarta ini diikuti 33 istri menteri. Hanya satu orang istri menteri, yakni istri dari menteri ketenagakerjaan yang tidak bisa hadir.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/istri-menteri_2403.jpg)