Tribun Properti
Tren Rumah Tropis-Modern Marak di Yogyakarta
Dimana rumah didirikan, di situ rumah akan menyesuaikan dengan kondisi alam.
Laporan Reporter Magang Tribun Jogja, Caecilia Dhani A.R
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dimana rumah didirikan, di situ rumah akan menyesuaikan dengan kondisi alam. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan tren rumah berkonsep tropis-modern yang sedang melanda Yogyakarta akhir-akhir ini.
Layaknya fashion, tren konsep perumahan juga terus bergeser sesuai selera konsumen. Di Yogyakarta konsep perumahan yang sedang 'ngetren' adalah konsep tropis-modern.
Tropis-modern adalah konsep rumah sederhana tanpa meninggalkan nuansa elegan dan tetap menjaga keseimbanagan alam. Konsep ini tentunya menjadi hal yang tidak asing lagi dan banyak dilirik di Yogya. Interior rumah yang berasal dari material ramah lingkungan atau yang sering disebut green architecture menjadi tren yang mulai digemari.
Untuk rumah berkonsep tropis-modern, material ramah lingkungan tentu saja menjadi syarat yang tak terelakkan. Satu contohnya yang sedang tren di Yogya saat ini berupa baja ringan untuk atap agar tahan lama serta tidak mudah terkena hama rayap. Selain itu, tujuan penggunaan batu alam agar tampilan bangunan tidak kaku, ramah dan segar. Bata ringan juga digunakan agar dinding lebih kokoh, dan kusen alumunium dipilih agar dalam prosesnya lebih cepat dibandingkan menggunakan kayu.
Tata letak ruangan pun juga menjadi tren hunian di Jogja saat ini. Misalnya dengan adanya dapur di belakang garasi, dan dapur yang tidak boleh berada di bawah kamar mandi.
"Pada dasarnya rumah tropis-modern memberikan kelebihan fasilitas, namun tetap sederhana. Misalnya garasi yang berada satu garis dengan dapur dan kamar pekerja rumah tangga, sehingga pemilik rumah dapat beraktivitas tanpa terganggu kegiatan pembantu. Juga, keamanan rumah pun terjamin'', ujar Marketing Manager Citra Grand Mutiara, Florentia Tisila, Rabu (30/4/2014)
Menurut dia, sekalipun terlihat sederhana, akan tetapi peran serta kenampakan rumah tropis-modern yang elegan tetap terjaga. Nyaman dan sehat menjadi prioritas utama di setiap konstruksi bagunan. "Tren itu yang menjadi daya tarik tersendiri bagi peminat hunian di Yogya," katanya. (*)
Skandal Kuliner Terkait
Disegel, Bakpia Tidak Asli Jadi Buronan di Malaysia