7 Manfaat Puasa Menurut Medis
Puasa bukan sekadar ibadah. Riset medis membuktikan puasa mampu menjaga jantung, menurunkan risiko diabetes, dan memperbaiki kesehatan mental.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- Puasa membantu menjaga kesehatan jantung dengan menurunkan kolesterol jahat dan menstabilkan tekanan darah.
- Puasa meningkatkan sensitivitas insulin sehingga menurunkan risiko diabetes serta memperbaiki metabolisme tubuh.
- Puasa berdampak positif pada kesehatan mental, membantu mengurangi stres, meningkatkan suasana hati, dan menumbuhkan kedisiplinan hidup sehat.
TRIBUNJOGJA.COM — Puasa tidak hanya memiliki nilai ibadah yang tinggi.
Tetapi juga menyimpan berbagai manfaat kesehatan yang telah diteliti dalam dunia medis.
Praktik menahan diri dari makan dan minum dalam jangka waktu tertentu mampu memberikan dampak positif bagi tubuh.
Baik secara fisik maupun mental.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat membantu meningkatkan fungsi organ tubuh, memperbaiki metabolisme, serta menurunkan risiko penyakit.
Dikutip dari berbagai sumber terpercaya di bidang kedokteran.
Berikut sejumlah manfaat puasa yang penting untuk diketahui.
1. Menjaga Kesehatan Jantung
Salah satu manfaat utama puasa adalah membantu menjaga kesehatan jantung.
Beberapa riset menyebutkan bahwa orang yang menjalani puasa secara rutin.
Khususnya selama satu bulan penuh, memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit jantung, kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi.
Dibandingkan orang yang tidak berpuasa.
Puasa membantu tubuh mengatur pola makan dengan lebih terkontrol.
Selama puasa, asupan kalori dan lemak cenderung berkurang, sehingga kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah dapat menurun.
Selain itu, tekanan darah juga lebih stabil karena tubuh tidak menerima asupan garam dan lemak berlebihan.
Dengan terkontrolnya kadar kolesterol dan tekanan darah, jantung dapat bekerja lebih optimal.
Kondisi ini berkontribusi pada menurunnya risiko penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung dan stroke.
Oleh karena itu, puasa dapat dijadikan salah satu cara alami untuk menjaga kesehatan jantung.
2. Mengurangi Risiko Terkena Diabetes
Manfaat puasa berikutnya adalah menurunkan risiko terkena diabetes, terutama diabetes tipe 2.
Hal ini berkaitan dengan kemampuan puasa dalam meningkatkan sensitivitas insulin, yaitu hormon yang berperan mengatur kadar gula darah dalam tubuh.
Selama puasa, tubuh akan menggunakan cadangan energi yang tersimpan dalam bentuk glikogen dan lemak.
Proses ini membantu memperbaiki metabolisme dan mengurangi resistensi insulin, sehingga kadar gula darah menjadi lebih stabil.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa puasa dapat membantu mencegah lonjakan gula darah setelah makan.
Dengan pengaturan waktu makan yang lebih teratur, tubuh dapat mengelola asupan gula dengan lebih baik.
Kondisi ini secara signifikan menurunkan risiko terjadinya diabetes pada orang yang menjalani puasa secara konsisten.
3. Mengurangi Risiko Munculnya Kanker
Sejumlah penelitian pada hewan menunjukkan bahwa puasa memiliki potensi untuk menghambat pertumbuhan sel-sel kanker.
Selama puasa, laju pembelahan sel dalam tubuh, termasuk sel kanker, akan menurun.
Akibat terbatasnya asupan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan sel.
Selain itu, puasa juga diduga dapat memperbaiki metabolisme dan meningkatkan kemampuan tubuh dalam memperbaiki sel yang rusak.
Kondisi ini membuat lingkungan dalam tubuh menjadi kurang mendukung bagi perkembangan sel kanker.
Meski demikian, manfaat puasa dalam mencegah kanker masih memerlukan penelitian lebih lanjut pada manusia.
Puasa bukanlah pengganti pengobatan medis, tetapi dapat menjadi salah satu bagian dari gaya hidup sehat untuk menurunkan risiko kanker.
Untuk hasil yang optimal, puasa sebaiknya dibarengi dengan pola makan bergizi, olahraga teratur, istirahat cukup, serta menghindari rokok dan minuman beralkohol.
4. Memperbaiki Metabolisme Tubuh
Puasa juga berperan penting dalam memperbaiki metabolisme tubuh.
Meskipun asupan makanan dan minuman terbatas selama berpuasa.
Tubuh tetap mampu memperoleh energi dengan cara membakar cadangan lemak yang tersimpan.
Proses ini tidak hanya membantu menjaga energi tubuh, tetapi juga meningkatkan efisiensi metabolisme.
Dengan metabolisme yang lebih baik, tubuh mampu memanfaatkan nutrisi secara optimal dan menjaga keseimbangan energi.
Selain sebagai ibadah, puasa juga sering dijadikan sebagai metode diet untuk menurunkan berat badan.
Berbeda dengan diet konvensional yang membatasi jenis makanan, puasa lebih menekankan pada pengaturan waktu makan.
Metode ini dikenal sebagai intermittent fasting, yaitu pola makan dengan waktu terbatas.
Namun, penting untuk diingat bahwa penurunan berat badan yang sehat tetap harus disertai dengan pemilihan makanan bergizi seimbang saat sahur dan berbuka.
Puasa yang dilakukan dengan pola makan tidak sehat justru dapat menimbulkan masalah kesehatan.
5. Menjaga Kesehatan Mental
Puasa tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, tetapi juga berdampak positif terhadap kesehatan mental.
Selama puasa, tubuh mengalami penurunan kadar hormon stres atau kortisol, serta peningkatan hormon endorfin.
Hal tersebut berdampak pada peningkatkan suasana hati dan mengurangi rasa cemas.
Efek ini diduga berkaitan dengan perbaikan metabolisme tubuh serta perubahan pola makan dan istirahat yang lebih teratur.
Dengan berkurangnya hormon stres, seseorang dapat merasa lebih tenang, fokus, dan memiliki kontrol emosi yang lebih baik.
Selain itu, puasa juga memberikan kesempatan bagi seseorang untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Aktivitas ibadah yang meningkat selama bulan puasa dapat memberikan ketenangan batin, rasa syukur, dan makna hidup yang lebih mendalam.
Kondisi ini membantu menciptakan keseimbangan antara kesehatan mental dan spiritual.
6. Membantu Detoksifikasi Alami Tubuh
Meskipun tubuh sebenarnya memiliki sistem detoksifikasi alami melalui hati dan ginjal, puasa dapat membantu mengoptimalkan proses tersebut.
Dengan berkurangnya asupan makanan, organ pencernaan memiliki waktu untuk beristirahat dan memperbaiki diri.
Selama puasa, tubuh akan lebih fokus pada proses pembersihan sel dan perbaikan jaringan.
Hal ini membantu mengurangi peradangan serta meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh.
Dengan sistem imun yang lebih baik, tubuh menjadi lebih kuat dalam melawan infeksi dan penyakit.
7. Menumbuhkan Pola Hidup Disiplin dan Sehat
Puasa juga melatih kedisiplinan dalam mengatur waktu makan, istirahat, dan aktivitas harian.
Pola hidup yang lebih teratur ini berkontribusi pada kebiasaan hidup sehat jangka panjang.
Seseorang yang terbiasa menjalani puasa cenderung lebih mampu mengontrol nafsu makan dan menghindari konsumsi makanan berlebihan.
Hal ini dapat berdampak positif terhadap kesehatan, bahkan setelah masa puasa berakhir.
(MG Khoirunnida)
| Panduan Niat Puasa Syawal, Amalan, dan Manfaat Penyempurna Ibadah Ramadan |
|
|---|
| Jadwal Buka Puasa Bantul DI Yogyakarta Hari Ini, Jumat 20 Maret 2026 |
|
|---|
| Jadwal Buka Puasa Sleman DI Yogyakarta Hari Ini, Jumat 20 Maret 2026 |
|
|---|
| Jadwal Buka Puasa Jogja DI Yogyakarta Hari Ini, Jumat 20 Maret 2026 |
|
|---|
| Jadwal Buka Puasa Sleman DI Yogyakarta Hari Ini, Kamis 19 Maret 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/WAKTU-IMSAK-dan-BUKA-PUASA-Hari-Ini.jpg)