Terkena Gas Air Mata? Begini Cara Mengatasinya dengan Cepat

Paparan gas air mata ini tidak hanya menimpa peserta demo, tetapi juga masyarakat tinggal di area sekitar demo atau yang melintas di sekitarnya.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA/MIFTAHUL HUDA
BERLARIAN: Ribuan massa aksi di Mapolda DIY berlarian saat gas air mata ditembakkan oleh aparat kepolisian, Jumat (29/8/2025) 

TRIBUNJOGJA.COM - Gas air mata sering digunakan untuk mengendalikan kerumunan.

Sayangnya, paparan gas ini tidak hanya menimpa peserta demo, tetapi juga masyarakat tinggal di area sekitar demo atau yang melintas di sekitarnya.

Paparan gas air mata dapat memicu iritasi serius pada mata, kulit, dan sistem pernapasan.

Gejala yang umum muncul antara lain mata perih, penglihatan kabur, sesak napas, dan mual.

Agar Anda tetap aman dan terhindar dari efek yang lebih parah, penting untuk mengetahui pertolongan pertama yang tepat saat terkena gas ini.

Berikut adalah panduan lengkap yang bisa Anda ikuti.

1. Jauhi Sumber Gas Air Mata dan Cari Udara Segar

Langkah pertama yang paling krusial adalah segera menjauh dari lokasi paparan.

Carilah area terbuka dengan udara bersih.

Usahakan untuk bergerak ke tempat yang lebih tinggi.

Jika sulit menemukan tempat aman, usahakan tetap bergerak ke arah yang berlawanan dari kerumunan.

Jangan ragu untuk meminta bantuan jika merasa sesak atau pusing.

2. Lindungi Saluran Pernapasan dan Mata

Saat masih berada di area yang terkontaminasi atau akan melintasi area bekas demonstrasi, gunakan masker, kain basah, atau baju untuk menutupi hidung dan mulut.

Jika Anda memakai kacamata pelindung, segera gunakan untuk mengurangi paparan gas air mata ke mata.

Meskipun tidak sepenuhnya melindungi, setidaknya, cara ini bisa mengurangi iritasi meski tidak sepenuhnya melindungi dari efek gas air mata.

3. Pertolongan Pertama: Cara Membersihkan Diri dari Gas Air Mata

Setelah tiba di tempat aman, segera lakukan pembersihan diri.

  • Mata: Jangan menggosok mata! Bilas mata Anda dengan air mengalir atau larutan NaCl 0,9 persen selama 10–20 menit. Jika memakai lensa kontak, segera buang dan jangan digunakan lagi.
  • Kulit: Segera bilas kulit yang terkena dengan air mengalir dan sabun. Hindari menggosok terlalu keras agar tidak memperparah iritasi.
  • Mandi: Setelah melepas pakaian, segera mandi dengan air mengalir. Pastikan seluruh tubuh, termasuk rambut, dibilas dengan bersih.

4. Ganti Pakaian yang Terkontaminasi

Partikel gas air mata bisa menempel pada pakaian Anda.

Segera lepas pakaian tersebut dan pisahkan dari cucian lain.

Untuk menghindari kontaminasi lebih lanjut, gunakan gunting untuk melepaskan pakaian tanpa menyentuh wajah dan kepala.

Jika baunya sulit hilang, sebaiknya Anda dapt membuang pakaian tersebut atau merendamnya lebih lama.

5. Waspadai Efek pada Kelompok Rentan

Gas air mata tidak hanya dapat memasuki mata namun juga bisa menempel di kulit atau pakaian.

Jika Anda langsung menyentuh orang lain, risiko kontaminasi ikut meningkat.

Oleh karena itu, sebaiknya lakukan pembersihan diri terlebih dahulu sebelum berinteraksi dekat dengan orang sekitar.

Anak-anak, penderita asma, PPOK, atau penyakit jantung memiliki risiko lebih tinggi.

Paparan gas bisa memicu sesak napas berat atau bahkan serangan jantung.

Segera cari bantuan medis jika Anda atau orang di sekitar Anda memiliki kondisi medis ini dan terkena gas air mata.

Baca juga: Terjebak Demo? Ini Tips Aman Berkendara, Lengkap dan Anti-Panik

Umumnya, gejala gas air mata hilang dalam 15–30 menit setelah menjauh dari sumber paparan.

Namun, pada beberapa orang, iritasi bisa bertahan lebih lama.

Efek berulang atau paparan dalam jangka panjang dapat memicu kerusakan mata, gangguan pernapasan kronis, hingga stres pascatrauma (PTSD).

Jika gejala tidak membaik setelah ditangani, segera kunjungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Mengetahui cara menangani gas air mata adalah hal penting, terutama di situasi darurat.

Ingatlah langkah-langkah utama, menjauh dari lokasi, lindungi saluran pernapasan, bersihkan tubuh dengan air mengalir, dan ganti pakaian.

Segera kunjungi dokter jika gejala tidak membaik atau terasa sangat berat.

Dengan panduan ini, Anda dapat melindungi diri sendiri dan orang di sekitar Anda.!

(MG/Sabbih Fadhillah)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved